Sementara di GWK Cultural Park, Wamenpar memantau fungsi command center dan sistem loket tiket untuk menghindari penumpukan massa.
Ni Luh bahkan sempat naik ke titik tertinggi di dalam patung Garuda Wisnu Kencana guna mengecek struktur interior dan fasilitas evakuasi bagi pengunjung.
Uluwatu Antisipasi Cuaca Ekstrem
Di sisi lain, pengelola DTW Uluwatu memproyeksikan kenaikan kunjungan sebesar 30 hingga 50 persen, atau mencapai 6.000 orang per hari selama libur Lebaran.
Baca Juga: Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Magnet Wisata Spiritual Dunia
General Manager DTW Uluwatu, I Wayan Wijana, menyatakan telah melakukan mitigasi fisik terhadap vegetasi di sekitar tebing.
“Kami juga mengantisipasi potensi bahaya pohon tumbang dengan melakukan pemangkasan pohon dan ranting. Karena Uluwatu merupakan kawasan alam terbuka, angin kencang menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi,” ucap Wayan.
Selain mitigasi alam, pengelola juga telah menyiagakan ambulans dan tenaga medis yang berkoordinasi dengan BPBD serta kepolisian setempat.
Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pariwisata yang mewajibkan seluruh pelaku usaha pariwisata menjamin kenyamanan dan keamanan selama momen mudik dan libur panjang.
Ni Luh berharap kesiapan yang matang dari para pengelola destinasi di Bali dapat memberikan citra positif bagi pariwisata Indonesia, sekaligus memastikan masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan aman dan berkesan. (*)






