Rapor Hijau Pariwisata Nasional
Langkah penguatan budaya lokal ini sejalan dengan performa positif sektor pariwisata Indonesia sepanjang 2025. Data mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 15,39 juta, atau naik 10,8 persen. Sementara pergerakan wisatawan nusantara melonjak 17,55 persen dengan total 1,20 miliar perjalanan.
Baca Juga: Pariwisata Berkelanjutan di Bali Ocean Days 2026, Wamenpar: Jaga Ekosistem Laut!
Secara makro, sektor pariwisata menyumbang 3,97 persen terhadap PDB nasional pada 2025. Jika dihitung dengan efek rembesan (multiplier effect) ke sektor terkait, kontribusinya diperkirakan mencapai Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun.
“Kita dorong desa-desa wisata di Provinsi Lampung agar semakin berkualitas dan memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ucap Ni Luh, merujuk pada kesuksesan Desa Wisata Pemuteran di Bali yang diakui UN Tourism.
Tantangan Ekosistem di Lampung
Meski Lampung kini menduduki peringkat ke-9 dalam kontribusi kunjungan wisatawan nasional, tantangan integrasi ekosistem masih membayangi. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengakui perlunya percepatan investasi dan pembenahan kawasan.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela: Indonesia – Jerman Kembangkan Ekonomi Hijau
Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah menggodok pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menstimulasi masuknya modal. “Kami memohon doa dan dukungan dari Wakil Menteri Pariwisata agar program ini dapat terwujud dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Jihan.






