Menanggapi hal tersebut, Wamenpar menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas agar Tradisi Blangikhan menjadi agenda tahunan yang lebih profesional tanpa kehilangan esensi budayanya.
“Kementerian Pariwisata siap mendukung dan berkolaborasi untuk menciptakan pariwisata Indonesia yang lebih baik, lebih berkualitas, dan lebih berkelanjutan,” pungkasnya.(*)






