“Program ini sangat terjangkau, cicilannya bisa sampai 20 tahun. Jadi tidak terasa, bahkan saat prajurit pensiun nanti, dia sudah punya rumah sendiri. Rumahnya pun sudah jadi dulu sebelum dibeli, bukan hanya jual gambar,” jelas Menteri Ara.
Surabaya Jadi Lokasi Strategis
Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menyambut positif inisiatif ini. Ia menjelaskan pemilihan lokasi di dekat Surabaya didasari pada status kota tersebut sebagai pangkalan terbesar Angkatan Laut di Indonesia dengan populasi prajurit aktif dan purnawirawan yang tinggi.
Baca Juga: Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP Dukung Pengembangan Kota Mandiri Bekala
“Rencananya akan dibangun di dekat Surabaya karena di sana merupakan pangkalan terbesar Angkatan Laut. Banyak prajurit aktif dan purnawirawan berdinas di sana. Selain itu, lahannya juga sudah siap dan merupakan milik kami,” jelas Kasal.
Laksamana Muhammad Ali juga mengapresiasi sinergi lintas instansi ini sebagai wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit.
“Terima kasih kepada Kementerian Perumahan dan juga kepada BPS yang membantu pendataan. Ini wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit Angkatan Laut,” ucap Kasal.
Pembangunan Wisma Arunika ini diharapkan menjadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan hunian layak di lingkungan TNI AL sekaligus menjadi percontohan integrasi program perumahan bersubsidi bagi abdi negara. (*)





