<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – PT Pertamina Gas (Pertagas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur midstream energi nasional pada hari jadinya yang ke-19. Selama hampir dua dekade, anak usaha Subholding Gas Pertamina ini konsisten menjadi tulang punggung penyaluran energi, mulai dari hulu hingga menyentuh sektor industri strategis, UMKM, dan rumah tangga di seluruh pelosok negeri. Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menyatakan bahwa perjalanan panjang ini bukan sekadar soal usia, melainkan kontribusi nyata terhadap gerak roda ekonomi Indonesia. “Energi yang kami salurkan menyalakan rumah tangga, menggerakkan industri, membuka lapangan kerja, dan menjaga ekonomi tetap berjalan. Itulah makna keberadaan Pertagas bagi masyarakat,” ujar Indra dalam keterangan resminya, Senin, 23 Februari 2026. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/pertagas-rampungkan-restaging-kompresor-cilamaya-perkuat-pasokan-gas-jawa-barat/">Pertagas Rampungkan Restaging Kompresor Cilamaya, Perkuat Pasokan Gas Jawa Barat</a></strong> <strong>Menopang Hilirisasi Lewat Pipa Sepanjang 3.335 Km</strong> Sebagai pemain utama di sektor transmisi, Pertagas mengelola jaringan pipa yang masif, terdiri dari 2.730 km pipa transmisi gas dan 605 km pipa transmisi minyak. Infrastruktur ini menjadi kunci bagi hilirisasi industri vital seperti pupuk, baja, semen, hingga petrokimia. Kehadiran energi gas bumi yang andal memungkinkan industri dalam negeri meningkatkan efisiensi dan daya saing. Selain itu, Pertagas berperan penting dalam menjaga lifting minyak nasional serta memperkuat ketahanan energi melalui fasilitas regasifikasi LNG dan pemrosesan LPG. <strong>Proyek Strategis di Penjuru Nusantara</strong><!--nextpage--> Pertagas terus melakukan ekspansi infrastruktur untuk menjawab dinamika kebutuhan industri: <ol> <li>Sumatra Utara: Pengoperasian Pipa Arun-Belawan dan ekstensi Sei Mangkei guna menyuplai gas ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.</li> <li>Jawa Barat & Jakarta: Proyek Pipanisasi BBM Cikampek-Plumpang sepanjang 96 km untuk memangkas biaya logistik dan emisi distribusi darat.</li> <li>Aceh: Revitalisasi fasilitas LNG Arun guna memperkuat pasokan listrik dan industri di wilayah Serambi Mekkah.</li> </ol> “Integrasi dan pengembangan jaringan pipa nasional memastikan penyaluran energi yang fleksibel, efisien, dan merata untuk menjawab dinamika kebutuhan industri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tambah Indra. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/napas-baru-di-jalur-pipa-sei-mangkei-pertagas-dorong-daya-saing-industri-oleochemical/">Napas Baru di Jalur Pipa Sei Mangkei, Pertagas Dorong Daya Saing Industri Oleochemical</a></strong> <strong>Rekor Kinerja dan Keselamatan Kerja</strong> Sepanjang tahun 2025, Pertagas mencatatkan pertumbuhan operasional yang solid. Volume transportasi gas bumi melampaui 1.590 MMSCFD, naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, transportasi minyak tumbuh 8 persen mencapai 174 ribu BOPD. Prestasi ini dibarengi dengan kepatuhan tinggi terhadap aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Pertagas menyabet predikat Safety Bintang 5 dan Penghargaan Keselamatan Migas 2025 dari Kementerian ESDM. Secara tata kelola, perusahaan juga telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) demi menjaga integritas bisnis. <strong>Menuju Indonesia Emas 2045</strong> Menghadapi target dekarbonisasi nasional, Pertagas memposisikan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih untuk menurunkan emisi karbon. Langkah ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait kemandirian ekonomi dan swasembada energi.<!--nextpage--> “Menuju Indonesia Emas 2045, energi harus hadir secara merata, aman, dan berkelanjutan. Pertagas akan terus memperkuat infrastruktur agar energi benar-benar menjadi penggerak kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutup Indra. (*)