“Ini suasana sangat mirip dengan imlek di Tiongkok, ini juga intinya sama dengan yang disampaikan dengan ide filosofi Tiongkok tetap menjaga keharmonisan dan kebaikan antara satu dengan yang lain,” kata Wang Siping.
Baca Juga: Wamenekraf Apresiasi USS Yard Sale Ciptakan Lapangan Kerja Untuk Generasi Muda
Harmoni di Tengah Ramadan
Senada dengan itu, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, menyoroti keunikan perayaan Imlek kali ini yang berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan. Baginya, fenomena ini adalah etalase toleransi yang menjadi nilai jual diplomasi Indonesia di mata dunia.
“Ini adalah sesuatu yang sangat berharga, negara-negara luar melihat sebagai kekuatan Indonesia. Di sinilah Indonesia dihargai, di sinilah Indonesia menjadi suatu contoh perbedaan dari budaya dan kepercayaan tapi justru itu yang menjadi kekuatan Indonesia,” ucap Arrmanatha.
Selain prosesi simbolis, acara ini juga memamerkan potensi talenta lokal yang sukses di pasar global, seperti penyanyi Indah Kus yang pernah menembus ajang pencarian bakat di Tiongkok.
Kehadiran figur kreatif seperti ini mempertegas bahwa kolaborasi budaya merupakan fondasi strategis untuk membangun kepercayaan dan kerja sama ekonomi berkelanjutan antara Indonesia dan Tiongkok. (*)






