Mentan Tegaskan Pengungkapan Kecurangan Beras Bukan untuk Pencitraan

Dok : (Instagram Andi Amran Sulaiman)

URBANCITY.CO.ID – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa langkah tegas untuk mengungkap praktik kecurangan dalam perdagangan beras bukanlah sekadar pencitraan. Menurutnya, tindakan ini adalah komitmen nyata untuk melindungi kepentingan petani dan konsumen dari manipulasi dalam distribusi pangan.

“Kalau pencitraan, enggak! Karena bukan saja dari luar, dari dalam (Kementerian Pertanian) juga kami hukum. Ada 11 itu kami hukum,” tegas Amran saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI pada Rabu, 16 Juli 2025.

Pernyataan ini disampaikan dalam konteks pembahasan mengenai dugaan penyimpangan pada 212 merek beras. Amran menekankan keseriusan kementeriannya dalam menindak pelaku kecurangan, termasuk dari kalangan internal kementerian. Bahkan, salah satu pejabat eselon II di kementeriannya kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Bukan pencitraan karena 11 kami hukum, tersangka Eselon II di tempat kami (Kementerian Pertanian) saat ini DPO sekarang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa tindakan serupa juga dilakukan pada kasus pangan lainnya, seperti minyak goreng dan pupuk palsu. Tercatat ada 20 tersangka dalam kasus minyak goreng dan tiga dalam kasus pupuk palsu.

“Jadi supaya dikenal publik, yang tersangka minyak goreng 20 orang, pupuk palsu tiga orang sekarang ini,” jelasnya.

Baca Juga : Rumah dan Rokok Penyumbang Kemiskinan Terbesar Setelah Beras

Terkait dugaan penyimpangan pada 212 merek beras, Kementerian Pertanian telah melaporkannya secara resmi kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk proses hukum lebih lanjut. “Ini kami sudah kirim semua 212 (produsen beras) ke Kapolri, langsung tertulis. Kami sudah menyurat ke Jaksa Agung, Kapolri, bukan pencitraan, itu bukan mazhap kami itu,” kata Amran.

Ia juga menegaskan bahwa pengungkapan ini bukanlah yang pertama kali. Amran mengingatkan bahwa mereka pernah menutup pabrik PT Indo Beras Unggul pada tahun 2016-2017 karena terbukti melakukan kecurangan. “Kalau dulu kami tutup bersama Kapolri. Itu 2016-2017, jadi bukan kemarin saja (pengungkapan beras dilakukan),” tambahnya.

Investigasi ini melibatkan Kementerian Pertanian, Bapanas, Satgas Pangan, Kejaksaan, dan Kepolisian. Anomali muncul saat produksi padi nasional mencapai titik tertinggi dalam 57 tahun, namun beras premium dan medium ditemukan bermasalah dari segi mutu, harga, dan kemasan.

Dari 136 sampel beras premium, 85,56% tidak sesuai dengan mutu, 59,78% melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), dan 21,66% tidak sesuai dengan berat kemasan. Sementara itu, dari 76 sampel beras medium, 88,24% tidak sesuai dengan mutu, 95,12% di atas HET, dan 9,38% tidak sesuai dengan berat.

Akibat manipulasi kualitas dan harga ini, potensi kerugian bagi konsumen diperkirakan mencapai Rp99,35 triliun. Proses hukum masih terus berlanjut di tangan kepolisian.

Related Posts

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

118000516

118000517

118000518

118000519

118000520

118000521

118000522

118000523

118000524

118000525

118000526

118000527

118000528

118000529

118000530

118000531

118000532

118000533

118000534

118000535

118000536

118000537

118000538

118000539

118000540

118000541

118000542

118000543

118000544

118000545

118000546

118000547

118000548

118000549

118000550

118000551

118000552

118000553

118000554

118000555

118000556

118000557

118000558

118000559

118000560

118000561

118000562

118000563

118000564

118000565

118000566

118000567

118000568

118000569

118000570

128000581

128000582

128000583

128000584

128000585

128000586

128000587

128000588

128000589

128000590

128000591

128000592

128000593

128000594

128000595

128000596

128000597

128000598

128000599

128000600

128000601

128000602

128000603

128000604

128000605

128000606

128000607

128000608

128000609

128000610

128000611

128000612

128000613

128000614

128000615

128000616

128000617

128000618

128000619

128000620

128000621

128000622

128000623

128000624

128000625

128000626

128000627

128000628

128000629

128000630

128000631

128000632

128000633

128000634

128000635

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

208000251

208000252

208000253

208000254

208000256

208000257

208000258

208000259

208000260

208000261

208000262

208000263

208000264

208000265

208000266

208000267

208000268

208000269

208000270

208000271

208000272

208000273

208000274

208000275

208000276

208000277

208000278

208000279

208000280

208000281

208000282

208000283

208000284

208000285

208000286

208000287

208000288

208000289

208000290

208000291

208000292

208000293

208000294

208000295

208000296

208000297

208000298

208000299

208000300

208000301

208000302

208000303

208000304

208000305

208000306

208000307

208000308

208000309

208000310

news-1701