URBANCITY.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pasukan elite AS untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi rahasia. Trump sendiri mengawasi jalannya misi melalui siaran langsung, dikelilingi oleh tim penasihatnya.
Berdasarkan laporan BBC pada Minggu, 4 Januari 2026, Trump tidak berada di ruang situasi Gedung Putih untuk memantau operasi tersebut. Ia memilih untuk melakukannya dari klub pribadinya, Mar-a-Lago, di Palm Beach, Florida.
Di sana, ia menyaksikan siaran langsung bersama Direktur CIA John Ratcliffe dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
“Sungguh luar biasa untuk disaksikan,” kata Trump pada Sabtu, 3 Januari.
Baca Juga : Biaya Ganti Paspor Mati: Rincian Tarif Resmi Imigrasi
Ia menggambarkan pengalamannya memantau operasi itu seperti sedang menonton acara televisi, dan ia terkesan dengan kecepatan serta intensitasnya.
“Jika Anda melihat apa yang terjadi, maksud saya, saya menontonnya seperti sedang menonton acara televisi. Dan jika Anda melihat kecepatannya, kekerasannya itu sungguh menakjubkan, pekerjaan luar biasa yang dilakukan orang-orang ini,” ujar Trump.
Sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, ribuan personel militer AS telah dikirim ke dekat Venezuela. Mereka bergabung dengan kapal induk dan puluhan kapal perang, menciptakan pengerahan kekuatan terbesar dalam beberapa dekade.
Trump menuding Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba dan terorisme terkait narkoba. Maduro sendiri telah menyangkal tuduhan tersebut dengan keras.
Tanda-tanda Operasi Absolute Resolve mulai muncul di langit. Pejabat AS melaporkan bahwa lebih dari 150 pesawat, termasuk pembom, jet tempur, dan pengintai, dikerahkan sepanjang malam.
Operasi ini direncanakan secara matang selama berminggu-minggu. Ini adalah intervensi militer AS terbesar di Amerika Latin sejak masa Perang Dingin, dan dijaga kerahasiaannya dengan sangat ketat.
Kongres AS tidak diberitahu atau diajak berkonsultasi terlebih dahulu. Trump menjelaskan bahwa Kongres rentan terhadap kebocoran informasi.
Baca Juga : Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi 2026 Dorong IHSG ke 10.000
Perintah eksekusi misi dari Trump dikeluarkan pada pukul 22.46 EDT Jumat, atau sekitar pukul 09.46 WIB Sabtu, 3 Januari. Misi berlangsung selama dua jam dua puluh menit, melibatkan serangan udara, darat, dan laut yang mengejutkan dunia.
“Dia mengatakan kepada kami, dan kami menghargainya ‘semoga berhasil dan Tuhan memberkati’,” kata Jenderal Caine. Perintah itu tiba tepat sebelum tengah malam di Caracas, memungkinkan operasi berjalan di bawah naungan malam.
Dalam hal skala dan presisi, serangan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini segera memicu kritik dari beberapa negara tetangga.
Presiden Brasil Lula da Silva mengatakan bahwa penangkapan paksa pemimpin Venezuela itu menciptakan ‘preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional’.




