URBANCITY.CO.ID – Memasuki tahun 2026, PT PGN LNG Indonesia (PLI) melaksanakan kegiatan Ship-to-Ship Transfer (STS) di FSRU Lampung sebagai langkah awal operasional LNG di fasilitas tersebut. Kegiatan ini berjalan lancar dan aman, sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Dalam kegiatan ini, kargo LNG sebanyak sekitar 140.500 meter kubik diangkut dari Terminal LNG Donggi Senoro di Sulawesi Tengah menggunakan kapal pengangkut LNG. Ini menandai STS pertama ke FSRU Lampung pada tahun ini.
Direktur Utama PGN LNG, Nofrizal, menyampaikan, “PGN LNG menutup tahun 2025 dengan capaian 23 kargo LNG yang berhasil diregasifikasi di FSRU Lampung. Memasuki tahun 2026, FSRU Lampung siap menerima 30 kargo LNG sesuai jadwal. Seluruh perwira PGN LNG bersama para mitra secara profesional menjaga keandalan operasional LNG, khususnya dalam memastikan pemenuhan pasokan gas bagi pembangkit dan sektor industri di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera. Kami memastikan seluruh kegiatan operasional FSRU Lampung senantiasa mematuhi komitmen keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga berjalan aman, lancar, dan tepat waktu. Komisaris, Direksi, dan Perwira PGN LNG siap bekerja keras menjaga semangat serta komitmen dalam setiap misi energi untuk negeri.”
Dengan pengelolaan FSRU Lampung dan keberhasilan STS ini, PLI terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional, mendukung kebutuhan industri dan pembangkit listrik, serta memastikan pasokan gas bumi yang berkelanjutan.
Baca Juga : Sinkhole di Aceh Tengah Membesar Sejak 2000-an, Mengancam Jalan Utama
FSRU Lampung adalah fasilitas penyimpanan LNG terapung yang dikelola PLI, sebagai anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Fasilitas ini memiliki kapasitas penyimpanan 170.000 meter kubik dan regasifikasi hingga 240 juta standar kaki kubik per hari, memainkan peran penting dalam menjaga pasokan gas nasional.
Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PLI aktif menyalurkan energi bersih untuk Indonesia dan mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission pada 2060.




