Rekor 69 Bulan Beruntun: Neraca Perdagangan Januari 2026 Surplus USD 0,95 Miliar

Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan; ekspor nonmigas jadi penopang surplus 2026. (Foto:Urbancity/Pool/Dok. Pelindo)

URBANCITY.CO.ID – Awal tahun 2026 menjadi catatan manis bagi sektor perdagangan luar negeri Indonesia. Neraca perdagangan nasional pada Januari 2026 kembali membukukan surplus sebesar USD 0,95 miliar.

Capaian ini sekaligus memperpanjang napas tren surplus Indonesia menjadi 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Performa positif ini ditopang kuat oleh surplus sektor nonmigas yang mencapai USD 3,23 miliar, meskipun sektor migas masih mencatatkan defisit sebesar USD 2,27 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai konsistensi ini merupakan bukti ketahanan ekonomi domestik di tengah gejolak pasar global.

“Surplus pada Januari 2026 memperpanjang tren surplus Indonesia menjadi 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Konsistensi surplus mencerminkan daya tahan sektor perdagangan nasional di tengah ketidakpastian global,” ujar Budi Santoso dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.

Baca Juga: Benteng Surplus di Tengah Badai, Siasat Budi Santoso Menjaga Nafas Ekspor

Lonjakan Harga Komoditas Jadi Pemacu

Total ekspor Indonesia pada bulan pertama 2026 tercatat menyentuh USD 22,16 miliar, tumbuh 3,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi dominan mencapai 83,53 persen.

Kenaikan ekspor nonmigas secara signifikan didorong oleh meroketnya harga sejumlah komoditas di pasar internasional. Timah dan barang daripadanya (HS 80) mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 191,38 persen.

Disusul oleh lemak dan minyak nabati (HS 15) yang naik 46,05 persen, serta nikel (HS 75) sebesar 42,04 persen.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.