URBANCITY.CO.ID – Kabupaten Pemalang kembali menghadapi cobaan berat. Setelah banjir bandang yang melanda pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, belum sepenuhnya teratasi, daerah ini kini diguncang bencana tanah longsor pada Minggu pagi, 25 Januari 2026, di Dusun Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul.
Bencana tersebut menyebabkan dua petani tertimbun material longsoran saat mereka sedang bekerja di lahan persawahan. Longsor terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, dipicu oleh hujan intensif selama seminggu terakhir, dengan material berasal dari perbukitan di atas lahan garapan.
Korban yang tertimbun adalah Hamim (50) dan Aksinudin (40), keduanya petani dari Dusun Siranti RT 07 RW 03 Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul. Saksi mata, Mutmainah (50), warga setempat, segera meminta bantuan masyarakat untuk evakuasi dan melaporkan kejadian ke pemerintah desa.
“Korban sejak pukul 06.00 WIB sudah berangkat ke lahan garapan di area perhutani. Tidak lama kemudian, bukit di atas ladang tiba-tiba longsor,” ungkap saksi di lokasi kejadian.
Proses evakuasi ini terhambat oleh kondisi medan yang sulit dan akses jalan yang hanya berupa jalan setapak, sehingga alat berat tidak bisa digunakan. Selain itu, bencana ini juga merusak lahan perhutani dan pertanian warga.
Camat Watukumpul, Arief Rachman Hakim, menjelaskan bahwa longsor disebabkan oleh curah hujan tinggi dan tanah yang labil.
”Faktor cuaca ya, karena intensitas hujan cukup tinggi. Kemudian kondisi tanah juga labil,” jelas Arief Rachman kepada wartawan saat dikonfirmasi.
Ia juga mengonfirmasi laporan dua warga hilang dan proses pencarian sedang berlangsung.
”Dua orang warga bernama Hamim usia 60 tahun dan Aksinudin usia 40 tahun, dilaporkan hilang,” katanya.
Kepala Desa Bongas, Arum Subiyakta, memperingatkan potensi longsor susulan di lokasi yang sama dan mengimbau warga untuk menjauhi area tersebut.
”Masih berpotensi longsor susulan, jadi kami imbau agar warga tidak di sekitar lokasi,” kata kades.
Dengan demikian, masyarakat Pemalang diharapkan lebih waspada terhadap risiko bencana alam, terutama setelah peristiwa banjir sebelumnya. Pemerintah setempat terus berupaya menangani situasi ini untuk meminimalkan dampak lebih lanjut.




