Dunia Masuki Fase Kebangkrutan Air, PBB Soroti Risiko Sosial Ekonomi

Ilustrasi krisis air global yang diperkirakan PBB, menunjukkan dampak pada ekosistem dan masyarakat. (Pexels)

URBANCITY.CO.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi sumber daya air global yang semakin memprihatinkan. Para ilmuwan menilai bahwa dunia tidak lagi hanya menghadapi krisis air sementara, melainkan telah memasuki fase yang lebih berbahaya, yaitu “kebangkrutan air”.

Istilah ini menggambarkan situasi di mana sistem air seperti sungai, danau, dan air tanah kehilangan kemampuan alami untuk memulihkan diri. Bahkan setelah hujan turun atau musim basah datang kembali, krisis air tetap berlanjut dan tidak kunjung mereda.

Laporan terbaru dari Institut Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Air, Lingkungan, dan Kesehatan (UNU-INWEH) menunjukkan bahwa banyak wilayah di dunia telah mengambil air melebihi batas kemampuan alam untuk memperbaruinya. Studi tentang “kebangkrutan air” tersebut juga telah diterbitkan di jurnal Water Resources Management pada Senin tanggal 19 Januari 2026.

Selama puluhan tahun, eksploitasi air tanah yang berlebihan, pencemaran, serta perubahan tata guna lahan telah menyebabkan sejumlah daerah aliran sungai melampaui ambang pemulihan. Direktur UNU-INWEH, Dr. Kaveh Madani, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi bukan lagi bersifat sementara.

“Banyak sistem air telah kehilangan daya lenturnya. Ketika air tidak bisa ‘bangkit kembali’, kita sedang menghadapi krisis air,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Artinya, perencanaan pemerintah tidak bisa lagi mengasumsikan bahwa kekurangan air hanya masalah musiman yang akan teratasi dengan datangnya hujan.

Bagaimana krisis air bisa terjadi? Krisis air dimulai ketika manusia menghabiskan apa yang disebut sebagai “modal alam”. Ekosistem seperti akuifer, lahan basah, dan tanah berfungsi sebagai penyangga alami yang menyimpan, menyaring, dan melepaskan air secara perlahan.

Namun, pemompaan intensif membuat akuifer terkuras lebih cepat daripada kemampuan hujan untuk mengisinya kembali. Hilangnya lahan basah dan meningkatnya erosi tanah memperburuk keadaan.

Kapasitas alam untuk menahan air menyusut, sehingga musim kering datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama. Dalam banyak kasus, biaya untuk memulihkan sistem yang sudah rusak jauh melampaui kemampuan finansial komunitas setempat.

Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak. Irigasi menyedot air dari sungai dan sumur, sementara pasokan air terus menyusut.

“Jutaan petani kini dipaksa menghasilkan lebih banyak pangan dari sumber air yang semakin langka, tercemar, atau bahkan menghilang,” kata Dr. Madani.

Tanpa perubahan pola tanam dan teknologi irigasi, produksi pangan terancam turun dan lapangan kerja di pedesaan bisa hilang, memicu migrasi dan ketergantungan pada bantuan. Di kawasan perkotaan dan pertanian tertentu, pengambilan air tanah berlebihan juga menyebabkan amblesan tanah.

Ketika lapisan sedimen kehilangan air, pori-porinya runtuh dan tanah menjadi padat permanen. Dampaknya bukan hanya berkurangnya daya simpan air, tetapi juga kerusakan infrastruktur, pipa retak, bangunan miring, hingga masuknya air laut ke daratan di wilayah pesisir.

Dampak global dan jalan keluar menuju pengelolaan yang adil. Masalah air tidak mengenal batas wilayah. Perdagangan pangan global membuat kekeringan di satu negara berdampak pada harga dan pasokan di negara lain. Ketika daerah penghasil utama kehilangan air irigasi, ekspor menurun dan harga pangan melonjak, bahkan bagi masyarakat yang tidak mengalami kekeringan secara langsung.

Analisis global menunjukkan sekitar empat miliar orang mengalami kelangkaan air parah setidaknya satu bulan setiap tahun. Kondisi ini meningkatkan risiko ketidakstabilan sosial dan ekonomi. Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Tshilidzi Marwala, menegaskan bahwa kelangkaan air menjadi pendorong kerapuhan, pengungsian, dan konflik.

PBB mendorong pendekatan baru dalam pengelolaan air, yaitu dengan memperlakukan air layaknya neraca keuangan. Konsep “akuntansi air” digunakan untuk menghitung secara jelas berapa banyak air yang masuk, digunakan, dan tersisa. Dengan cara ini, defisit dapat terdeteksi lebih awal sebelum menjadi kerusakan permanen.

Namun, pembatasan penggunaan air sering kali memicu ketegangan politik dan sosial, terutama bagi kelompok paling rentan seperti masyarakat adat, perempuan, dan warga berpenghasilan rendah. Karena itu, kebijakan perlu disertai jaring pengaman sosial, dukungan ekonomi, dan kompensasi yang adil.

Di sisi lain, air juga dipandang sebagai peluang kerja sama lintas negara dan kepentingan. Data yang terbuka, perencanaan bersama, dan aturan yang transparan dapat membangun kepercayaan. Meski tidak semua kerusakan dapat dipulihkan, tindakan dini diyakini masih mampu mencegah kerugian yang lebih besar.

PBB menekankan bahwa masa depan pengelolaan air harus berangkat dari pengakuan akan keterbatasan. Pemerintah yang memperlakukan air sebagai infrastruktur bersama, bukan sumber daya gratis tanpa batas, dinilai lebih mampu melindungi ekosistem sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Teropuler

Related Posts

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
content-ciaa-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

118000731

118000732

118000733

118000734

118000735

118000736

118000737

118000738

118000739

118000740

118000741

118000742

118000743

118000744

118000745

118000761

118000762

118000763

118000764

118000765

118000766

118000767

118000768

118000769

118000770

118000771

118000772

118000773

118000774

118000775

118000776

118000777

118000778

118000779

118000780

118000781

118000782

118000783

118000784

118000785

118000786

118000787

118000788

118000789

118000790

118000791

118000792

118000793

118000794

118000795

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000461

138000462

138000463

138000464

138000465

138000466

138000467

138000468

138000469

138000470

138000471

138000472

138000473

138000474

138000475

138000476

138000477

138000478

138000479

138000480

138000481

138000482

138000483

138000484

138000485

138000486

138000487

138000488

138000489

138000490

138000491

138000492

138000493

138000494

138000495

138000496

138000497

138000498

138000499

138000500

138000501

138000502

138000503

138000504

138000505

138000506

138000507

138000508

138000509

138000510

158000371

158000372

158000373

158000374

158000375

158000376

158000377

158000378

158000379

158000380

158000381

158000382

158000383

158000384

158000385

158000386

158000387

158000388

158000389

158000390

158000391

158000392

158000393

158000394

158000395

158000396

158000397

158000398

158000399

158000400

158000401

158000402

158000403

158000404

158000405

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

208000411

208000412

208000413

208000414

208000415

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

228000186

228000187

228000188

228000189

228000190

228000191

228000192

228000193

228000194

228000195

228000196

228000197

228000198

228000199

228000200

228000201

228000202

228000203

228000204

228000205

228000206

228000207

228000208

228000209

228000210

228000211

228000212

228000213

228000214

228000215

228000216

228000217

228000218

228000219

228000220

228000221

228000222

228000223

228000224

228000225

228000226

228000227

228000228

228000229

228000230

228000231

228000232

228000233

228000234

228000235

228000236

228000237

228000238

228000239

228000240

228000241

228000242

228000243

228000244

228000245

228000246

228000247

228000248

228000249

228000250

228000251

228000252

228000253

228000254

228000255

238000230

238000231

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

content-ciaa-1701