URBANCITY.CO.ID – Di tengah upaya nasional mengurangi ketergantungan pada energi impor, pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas Pertamina mengakselerasi pengembangan jaringan gas rumah tangga atau jargas di Batam.
Inisiatif ini bukan sekadar perluasan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar transisi menuju energi bersih yang lebih ramah lingkungan.
Batam dipilih sebagai proyek percontohan nasional, yang nantinya akan direplikasi ke kota-kota lain di Indonesia, seiring dengan arahan Danantara kepada PGN untuk memfokuskan bisnis pada sektor midstream dan downstream gas.
Langkah ini sejalan dengan mandat Danantara, yang mendorong PGN memperluas layanan gas bumi melalui jargas.
Baca Juga: PGN Salurkan Gas ke Pabrik Baterai EV di Karawang, Dorong Industri Hijau
“Untuk PGN, kita akan mulai tahun ini melakukan pipanisasi sampai ke rumah-rumah. Kita coba dulu di satu kota (Batam) sambil kita review,” ujar Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, Minggu, 1 Februari 2026.
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penyediaan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau.
“Setelah implementasi di Batam berjalan dan dievaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” jelas Aldi dalam keterangannya.
Hingga akhir Desember 2025, jargas rumah tangga di Batam telah menjangkau 8.829 pelanggan. Tahun ini, PGN menargetkan penambahan 10.000 sambungan rumah, dengan perluasan jaringan di tiga kecamatan: Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota.




