URBANCITY.CO.ID – Rusun subsidi jadi andalan PKP dorong ekonomi berkelanjutan 2026. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan nasional yang terus berpacu mengejar ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait—yang akrab disapa Ara—menghadiri acara Nusantara Economic Outlook 2026.
Forum strategis itu, bertema “Enhancing National Resilience, Sustainable Growth”, menjadi panggung bagi para pemangku kebijakan untuk membahas tantangan pembangunan ke depan, termasuk krisis hunian yang makin menganga di kota-kota besar Indonesia. Acara berlangsung pada Rabu, 4 Februari 2026, di Jakarta.
Dalam pidatonya, Ara menekankan bahwa sektor perumahan bukan sekadar urusan bangunan beton, melainkan fondasi bagi stabilitas sosial dan produktivitas bangsa.
Di era di mana lahan makin langka dan harga properti melambung tinggi, penyediaan hunian layak dan terjangkau menjadi kunci untuk mencegah ketimpangan sosial yang bisa memicu gejolak. Perumahan bukan hanya soal bangunan, tetapi menyangkut kualitas hidup, keadilan sosial, dan daya saing bangsa.
Baca Juga: Menteri PKP Mulai Land Clearing Rusun Subsidi di Meikarta Bekasi
“Karena itu, sektor ini harus menjadi bagian dari strategi besar ketahanan nasional dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Menteri Ara, menggambarkan perumahan sebagai pilar yang tak boleh diabaikan dalam agenda besar pemerintah.
Tahun 2026, kata Ara, menjadi momentum aksi nyata bagi Kementerian PKP. Program unggulan mereka adalah pembangunan rusun subsidi, solusi praktis untuk mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan dan kawasan industri.




