URBANCITY.CO.ID — Bagi warga Kalimantan Barat, sungai bukan sekadar pemandangan alam yang membelah daratan. Ia adalah urat nadi. Di atas aliran air inilah, mobilitas warga dan pasokan logistik bergantung sepenuhnya.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menangkap sinyal tersebut dengan memperkokoh layanan penyeberangan sungai demi menjaga denyut ekonomi tetap stabil.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peran mereka di Pontianak melampaui fungsi transportasi teknis. Sungai dipandang sebagai pembuka sekat isolasi bagi wilayah pedalaman dan pesisir.
“Kami memahami sungai bukan hanya jalur perjalanan, tetapi sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, layanan penyeberangan kami hadir sebagai solusi mobilitas yang andal,” ujar Heru.
Baca Juga: Transformasi Digital ASDP Berbuah Manis, Ujung Antrean dalam Genggaman
Hingga kini, ASDP mengoperasikan jaringan rute yang ekstensif, mulai dari Rasau Jaya hingga pelosok Sungai Bulan Kampung Baru.
Sepanjang 2025, tak kurang dari 187.668 unit kendaraan telah menyeberangi jalur-jalur ini. Angka tersebut menjadi bukti sahih bahwa kapal feri masih menjadi tumpuan utama konektivitas regional di sana.
Efek dominonya terasa hingga ke meja makan warga. General Manager ASDP Cabang Pontianak, Adolf Dwidahana, menjelaskan bahwa kelancaran distribusi pangan seperti beras dan cabai sangat bergantung pada keandalan armada mereka. Tanpa penyeberangan yang rutin, harga pasar di pedalaman bisa bergejolak liar.
“Layanan penyeberangan kami hadir sebagai solusi mobilitas yang andal, mendukung aktivitas harian, memperlancar distribusi logistik, menguatkan perdagangan lokal, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Heru.




