URBANCITY.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso memantau pasokan bahan pokok di Sukoharjo. Beras dan cabai masih melampaui harga eceran tertinggi.
Pasar Cuplik di Sukoharjo, Jawa Tengah, mendadak riuh pada Selasa, 10 Februari lalu. Menteri Perdagangan Budi Santoso—yang akrab disapa Busan—datang menyisir lapak-lapak pedagang untuk memastikan urusan perut warga aman menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Hasilnya, Busan memberi lampu hijau: pasokan komoditas utama diklaim stabil dan cukup untuk menghadapi lonjakan permintaan.
“Hari ini, kami cek langsung ke pasar untuk memastikan kondisi harga dan pasokan menjelang puasa dan Lebaran. Secara umum, harganya bagus dan stabil. Silakan belanja seperti biasa,” ujar Busan setelah rampung berkeliling.
Baca Juga: Mendag Busan Dorong Industri Baja Nasional di Tengah Surplus Perdagangan
Di atas kertas, mayoritas harga kebutuhan pokok di Pasar Cuplik memang masih jinak di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Gula pasir curah anteng di angka Rp17.000 per kilogram, sementara telur ayam dibanderol Rp28.000 per kilogram.
Untuk urusan minyak goreng, pemerintah terus memelototi peredaran Minyakita yang dijual seharga Rp15.700 per liter. “Kami juga mendorong produsen memperbanyak produksi, termasuk minyak goreng second brand, agar pasokan semakin kuat di pasar,” tambah Busan.
Namun, rapor tidak sepenuhnya biru. Beras medium masih menjadi ganjalan karena dijual di kisaran Rp14.000–Rp14.500 per kilogram, alias melampaui HET Zona I sebesar Rp13.500. Begitu pula dengan cabai rawit merah yang harganya melonjak hingga Rp84.000 per kilogram.




