URBANCIY.CO.ID – Angin segar berembus dari Bandara Internasional Taoyuan, Taipei. Sabtu, 14 Februari lalu, rute penerbangan carter perdana Taipei-Manado resmi mengangkasa.
Langkah strategis yang difasilitasi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei selama setahun terakhir ini tak sekadar membidik pelancong, tapi juga diproyeksikan menjadi urat nadi baru ekspor komoditas dari Indonesia Timur ke pasar Taiwan.
Maskapai TransNusa, yang mengoperasikan Airbus A320, menjadi pemain utama dalam misi ini. Pada penerbangan perdananya, sebanyak 134 wisatawan asal Taiwan diboyong langsung ke Bumi Nyiur Melambai.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, melihat momentum ini sebagai peluang besar untuk menciptakan efek pengganda bagi ekonomi lokal.
Baca Juga: Mengejar Target Rp119 Triliun: Sinergi Kemendag dan Ritel Lewat Program Belanja Friday Mubarak
“KDEI Taipei mendorong terciptanya lebih banyak aktivitas yang menghubungkan Indonesia dengan pasar Taiwan. Kami harap eksportir Indonesia ke Taiwan juga dapat memanfaatkan rute ini kelak. Misalnya, penerbangan yang rutin dapat menciptakan alternatif pengiriman ke Taiwan memanfaatkan kargo udara,” ujar Arif.
Bukan Sekadar Snorkeling
Bagi Manado, kedatangan turis Taiwan bukan hanya soal memenuhi kamar sanggraloka atau meramaikan Taman Nasional Bunaken. Pemerintah berharap peningkatan arus pelancong ini menjadi panggung bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk unjuk gigi.
“Peningkatan arus wisatawan ini juga diharapkan dapat menciptakan pasar baru bagi produk-produk UMKM lokal yang kini memiliki kesempatan untuk ‘naik kelas’ di daerah tujuan,” tambah Arif.




