URBANCITY.CO.ID – Industri kerajinan tangan Indonesia semakin menunjukkan taringnya di pasar global. Kementerian Perindustrian mencatat kinerja ekspor kerajinan nasional pada triwulan III tahun 2025 melonjak drastis mencapai USD 305,54 juta, naik hampir dua kali lipat dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka USD 173,5 juta.
Tren positif ini menjadi angin segar bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tengah memamerkan karyanya dalam ajang Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), 4-8 Februari lalu.
Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menerjunkan delapan IKM pilihan untuk menggaet pasar internasional.
Strategi Ekspansi Lewat Inovasi Lokal
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Inacraft bukan sekadar ajang pameran, melainkan platform strategis untuk memperluas jejaring bisnis berkelanjutan.
Baca Juga:Â Membidik Pasar Seoul, Ekspor Obat Pereda Nyeri Rp2,4 Miliar dan Ambisi Farmasi Global Indonesia
“Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut Agus, produk yang ditampilkan tidak hanya mengejar kualitas, tetapi juga membawa narasi kekayaan budaya Nusantara.
Senada dengan itu, Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengapresiasi keberanian pelaku IKM dalam memodifikasi bahan baku lokal—seperti tanduk, mutiara, hingga limbah kayu—agar sesuai dengan selera pasar global yang kian dinamis.




