Zakat dan Mudik: Mesin Redistribusi Ekonomi di Balik Ritual Pulang Kampung

Mudik
Faisal Riza, Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. (Foto: Istimewa)

URBANCITY.CO.ID – Setiap menjelang Idulfitri, Indonesia menjadi panggung bagi salah satu fenomena sosial-ekonomi terbesar di dunia.

Jutaan orang bergerak membelah pulau, arus uang mengalir deras dari pusat kota ke pelosok desa, dan praktik berbagi meledak dalam bentuk zakat, sedekah, hingga hadiah keluarga.

Namun, membedah mudik hanya dari kacamata statistik konsumsi—seperti lonjakan likuiditas tunai yang dicatat Bank Indonesia atau penuhnya pusat perbelanjaan—tentu terlalu dangkal.

Di balik keriuhan itu, terdapat sistem “ekonomi solidaritas” yang bekerja di luar mekanisme formal negara maupun logika pasar murni.

Koreksi Ketimpangan Wilayah

Dalam struktur kapitalisme modern, kota besar berfungsi sebagai magnet akumulasi kapital, sementara desa sering kali hanya menjadi penyedia tenaga kerja produktif.

Baca Juga: Awal Tahun Gemilang, BSI Serahkan Zakat Rp222,7 Miliar

Urbanisasi dekade terakhir mempertegas ketimpangan ini: nilai ekonomi cenderung mengalir dan mengendap di pusat.

Momentum Lebaran menghadirkan dinamika arus balik. Pendapatan yang dikumpulkan pekerja di kota sepanjang tahun, dibawa pulang ke kampung halaman. Di sinilah terjadi redistribusi informal dalam skala masif.

Uang tersebut tidak berhenti pada kebutuhan pribadi, melainkan mengalir untuk memperbaiki rumah orang tua, modal usaha kerabat, hingga konsumsi di pasar-pasar desa.

Zakat sebagai Katup Pengaman Sosial

Redistribusi ini kian bertenaga dengan adanya instrumen zakat. Dalam perspektif ekonomi politik, zakat bukan sekadar amal kebajikan personal, melainkan kewajiban struktural untuk mengalirkan kelebihan kekayaan kepada mereka yang membutuhkan.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.