URBANCITY.CO.ID – Panggung religi Hafiz Indonesia 2026 mencapai puncaknya. Tiga peserta terbaik kini bersiap memasuki babak Wisuda Akbar untuk memperebutkan gelar juara dalam ajang pencarian bakat penghafal Al-Qur’an yang disiarkan oleh RCTI tersebut.
Persaingan tahun ini tidak hanya menonjolkan kemampuan kognitif, tetapi juga diwarnai drama pengorbanan dan perjuangan fisik yang luar biasa.
Salah satu kontestan yang mencuri perhatian adalah Shanum Zahsy Askanah (8), bocah asal Kuantan Singingi, Riau. Langkah Shanum menuju final tergolong dramatis.
Ia sempat tereliminasi di babak sebelumnya, namun nasibnya berbalik berkat aksi heroik rekan sesama peserta, Alkindi.
Baca Juga: Seskab Teddy Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Tetap Aman, Program Sekolah Rakyat Ditambah
Alkindi memilih mengorbankan posisinya demi menyelamatkan Shanum, sebuah momen yang sempat memicu gelombang haru di jagat maya. Yuni Anggraini, ibunda Shanum, berharap putrinya mampu tampil maksimal di babak penentuan.
Perjuangan Melawan Hidrosefalus
Sorotan juga tertuju pada Muhammad Nur Ashura (6), peserta asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di balik suaranya yang fasih melantunkan ayat suci, Ashura menyimpan kisah perjuangan melawan keterbatasan fisik.
Saat bayi, ia didiagnosis menderita hidrosefalus. Tak hanya itu, menjelang audisi, ia sempat mengalami patah tulang paha.
Namun, keterbatasan itu tak memadamkan semangatnya. Didampingi sang ayah, Wahyu Rahmadi, Ashura berhasil menghafal lima juz Al-Qur’an dan menembus posisi tujuh besar sebelum akhirnya bersaing di jajaran elite kompetisi.




