URBANCITY.CO.ID – Layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk resmi dibuka kembali pada Jumat, 20 Maret 2026, setelah sempat dihentikan total selama perayaan Hari Raya Nyepi.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) langsung tancap gas dengan mengerahkan 33 armada kapal guna mengantisipasi penumpukan kendaraan yang mulai memadati area pelabuhan.
Dari total armada tersebut, 30 unit merupakan kapal reguler dan 3 unit lainnya adalah kapal tambahan jenis Landing Craft Machine (LCM) yang dikhususkan untuk mengangkut kendaraan roda dua. Langkah ini diambil untuk memecah kepadatan jelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa fokus operasional saat ini diarahkan pada kendaraan prioritas seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus.
Baca Juga: Antrean Gilimanuk Terurai, ASDP Pastikan Arus Kendaraan Nihil Jelang Nyepi
“Fokus layanan kami arahkan pada kendaraan roda dua, mobil pribadi, dan bus agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat,” ujar Windy.
Akselerasi Layanan di Lapangan
Guna menjaga ritme arus kendaraan agar tidak meluber keluar kawasan pelabuhan, ASDP melakukan pemangkasan durasi operasional secara signifikan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengungkapkan bahwa efisiensi waktu menjadi kunci utama pasca-penutupan sementara.
“Kami memastikan proses bongkar muat kapal dapat dipercepat dari rata-rata 35 menit menjadi sekitar 20 menit, sehingga perputaran kapal lebih cepat dan kapasitas layanan meningkat,” jelas Arief.




