URBANCITY.CO.ID – Perusahaan taksi listrik asal Vietnam, Green SM, kini berada di bawah pengawasan ketat otoritas perhubungan.
Langkah ini menyusul kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.
Tragedi yang menelan korban jiwa tersebut diduga dipicu oleh satu unit armada Green SM yang mogok di tengah perlintasan sebidang JPL 85 Ampera.
Mobil yang mati mesin itu tertemper KRL, yang kemudian memicu efek domino hingga terjadi tabrakan susulan oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Baca Juga: Menhub Dudy: 147 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, Angka Kecelakaan Turun
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan pemerintah akan melakukan audit menyeluruh terhadap operasional perusahaan tersebut.
“Pemerintah berkomitmen untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk terkait sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api,” ujar Teddy melalui akun resmi Sekretariat Kabinet, Selasa, 28 April 2026.
Rekam Jejak Kecelakaan Green SM
Insiden di Bekasi Timur menambah panjang daftar kecelakaan yang melibatkan armada hijau tersebut sejak masuk ke pasar Indonesia. Berikut adalah lima insiden menonjol lainnya:
Menerobos Palang Pintu Kereta: Pada 31 Desember 2025, satu armada nekat melintas di jalur Kampung Bandan-Kemayoran meski palang pintu telah ditutup. Mobil hancur tertemper KA L303-2, meski sopir berhasil menyelamatkan diri.
Baca Juga: Kecelakaan Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang: 16 Tewas, Penyebab Masih Diselidiki




