URBANCITY.CO.ID – Pergerakan penumpang dan kendaraan dari Pulau Bali menuju Jawa melalui lintasan Gilimanuk–Ketapang mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan pada periode arus balik Lebaran 2026.
Meski trafik merangkak naik, otoritas pelabuhan memastikan operasional penyeberangan tetap terkendali tanpa antrean panjang.
Data operasional mencatat, per Minggu, 22 Maret 2026, Pelabuhan Gilimanuk telah melayani 23.929 penumpang atau tumbuh 9,5 persen dibanding tahun lalu.
Sektor kendaraan roda dua menjadi kontributor utama dengan 3.995 unit, disusul kendaraan roda empat sebanyak 2.948 unit. Secara akumulatif, total kendaraan yang menyeberang ke Jawa meningkat 14,3 persen.
Baca Juga: Antrean Gilimanuk Terurai, ASDP Pastikan Arus Kendaraan Nihil Jelang Nyepi
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari penumpukan massa.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak, sehingga perjalanan tetap nyaman tanpa harus menghadapi antrean,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 24 Maret 2026.
Peringatan Keras Soal Tiket Digital
Yossianis menegaskan bahwa sistem pembelian tiket kini sepenuhnya dilakukan melalui platform digital Ferizy.
Ia mengingatkan pemudik agar tidak berspekulasi datang ke pelabuhan tanpa tiket di tangan, mengingat penjualan tiket di lokasi (on-the-spot) sudah ditiadakan.
Kini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pengguna jasa wajib membeli tiket melalui Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60.




