URBANCITY.CO.ID – Pemerintah akhirnya memberikan titik terang terkait simpang siur metode pembelajaran siswa di tengah krisis energi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memastikan kegiatan belajar mengajar pada April 2026 tetap dilaksanakan secara luring atau tatap muka, sekaligus membatalkan wacana sekolah daring yang sempat mencuat sebagai strategi penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Keputusan ini diambil setelah melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag).
Prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga kualitas pendidikan agar tidak terjadi kemunduran capaian belajar atau learning loss pada generasi muda.
Baca Juga: Pemerintah Batalkan Sekolah Hibrid Usai Lebaran 2026, Siswa Tetap Belajar Tatap Muka
“Proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” ujar Pratikno dalam keterangan resminya, Rabu, 25 Maret 2026.
Urgensi Pendidikan di Tengah Krisis Energi
Wacana sekolah daring sebelumnya sempat mengemuka sebagai opsi efisiensi energi menyusul menipisnya pasokan BBM akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Namun, setelah melalui kajian mendalam, kebijakan tersebut dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak yang harus mengorbankan sektor pendidikan.
Pratikno mengakui sempat ada diskusi mengenai penerapan metode hybrid—kombinasi daring dan luring—sebagai jalan tengah.




