URBANCITY.CO.ID – Pemerintah melakukan langkah besar dalam memperkuat ekonomi maritim dengan menargetkan peresmian 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di seluruh Indonesia hingga Desember 2026.
Program ini bertujuan untuk mentransformasi wilayah pesisir menjadi sentra perikanan modern yang lebih sejahtera.
Dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Miangas, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026), Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan memperbaiki kondisi nelayan secara besar-besaran melalui penyediaan infrastruktur terpadu.
Fasilitas Modern: Dari Pabrik Es hingga SPBN
Presiden menjelaskan bahwa setiap KNMP akan dilengkapi dengan fasilitas vital yang selama ini menjadi kendala utama nelayan, yaitu ketersediaan es untuk menjaga kesegaran ikan serta akses bahan bakar.
Baca Juga: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188, Targetkan Bangun Ribuan Kampung Nelayan Mulai 2026
“Di desa nelayan nanti akan ada pembuat es, desa nelayan punya es, supaya semua nelayan punya es. Kemudian, akan ada udang benih, cold storage (lemari es penyimpanan), juga akan ada tempat SPBU nelayan, solar khusus untuk nelayan,” tutur Prabowo.
Keberadaan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di dalam kampung nelayan diharapkan mampu memangkas biaya operasional karena nelayan bisa mendapatkan solar dengan harga yang lebih terjangkau dan akses yang lebih dekat.
Target Pembangunan di Wilayah Perbatasan
Presiden Prabowo juga menaruh perhatian khusus pada Pulau Miangas sebagai salah satu titik strategis. Ia optimistis dalam waktu lima bulan, kawasan tersebut akan memiliki infrastruktur perikanan yang mumpuni untuk mendukung distribusi hasil laut ke pasar yang lebih luas.




