URBANCITY.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat taringnya di wilayah Indonesia Timur guna menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Tak sekadar mengejar angka angkutan, perusahaan pelat merah ini memfokuskan strategi pada pola operasional 24 jam di sejumlah lintasan krusial untuk menjaga denyut logistik dan mobilisasi warga kepulauan tetap stabil.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa karakteristik wilayah timur menuntut kesiapan yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan lapangan.
Langkah ini diambil untuk memastikan kehadiran negara dalam menjaga konektivitas antar-pulau yang sering kali menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.
Baca Juga: Arus Balik 2026: Penumpang Sumatera-Jawa Melonjak 58 Persen, ASDP Siagakan 33 Kapal
“Wilayah Timur memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas nasional, terutama saat mudik Lebaran. Kami memastikan tidak hanya kapasitas yang memadai, tetapi juga layanan yang responsif dan selaras dengan dinamika di lapangan,” ujar Heru dalam keterangannya, Kamis, 26 Maret 2026.
Efek Domino Layanan Tanpa Henti
Kebijakan operasional penuh 24 jam diterapkan di lintasan sibuk seperti Hunimua–Waipirit pada 17–18 Maret dan dijadwalkan kembali pada arus balik 28–29 Maret mendatang.
Pola ini terbukti ampuh mengurai antrean panjang kendaraan pengangkut bahan pokok yang biasanya menumpuk di area pelabuhan saat masa libur panjang.
Data ASDP Cabang Ambon menunjukkan performa impresif: sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, sebanyak 102 ribu penumpang dan 25 ribu unit kendaraan berhasil diseberangkan dengan dukungan armada KMP Terubuk dan KMP Rokatenda. Angka ini mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat Maluku terhadap moda transportasi laut.




