URBANCITY.CO.ID – PT PELNI (Persero) mencatat sebanyak 153.433 penumpang telah terlayani selama periode arus balik Lebaran 2026, terhitung sejak 23 hingga 29 Maret (H+7).
Puncak kepadatan sementara terjadi pada 28 Maret dengan jumlah penumpang mencapai 25.635 orang dalam satu hari.
Hingga 29 Maret 2026, total penjualan tiket untuk periode arus balik (23 Maret–6 April) telah menembus angka 268.746 unit.
Secara kumulatif, selama masa Angkutan Lebaran 6 Maret hingga 6 April 2026, PELNI telah menjual 585.744 tiket atau sekitar 91,4 persen dari target total 641.025 penumpang.
Baca Juga: Kuota Nyaris Ludes: Diskon Tiket PELNI Terserap 92 Persen, Rute Batam-Belawan Terpadat
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menyatakan bahwa jumlah ini masih berpotensi terus merangkak naik. Pihaknya kini tengah bersiap menghadapi prediksi puncak arus balik yang diperkirakan jatuh pada Kamis, 2 April mendatang.
“PELNI siap melayani lonjakan penumpang hingga akhir periode pada 6 April 2026. Jika ada penumpang yang membutuhkan bantuan selama pelayaran, kru kapal kami siap melayani sepenuh hati,” ujar perempuan yang akrab disapa Anda tersebut.
Prioritas Keselamatan Pelayaran
Meski terjadi lonjakan volume penumpang yang signifikan, Anda menegaskan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Ia menjamin operasional armada tetap mengacu pada standar pelayanan minimum yang ketat.
“Tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpang dengan menerapkan safety first, zero accident dan service excellent,” tegas Anda.




