Harga Minyak Tembus US$ 116 per Barel: Ancaman Serius bagi Subsidi Energi dan APBN Indonesia

Energi
Lonjakan harga minyak dunia hingga US$ 116 per barel mengancam kuota subsidi BBM dalam APBN 2026. (Dok. Urbancity)

URBANCITY.CO.ID – Lonjakan harga minyak mentah dunia kembali menebar ancaman bagi stabilitas ekonomi nasional. Pada perdagangan Senin pagi, 30 Maret 2026, harga minyak mentah Brent sebagai patokan global melesat lebih dari 3 persen hingga menembus angka US$ 116 per barel.

Kenaikan ini merupakan imbas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang telah mengerek harga minyak hingga 60 persen sejak awal ketegangan.

Situasi ini menempatkan Indonesia dalam posisi rentan, mengingat asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam APBN 2026 hanya dipatok di angka US$ 82 per barel.

Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menilai selisih lebar antara harga pasar dan asumsi fiskal akan memaksa pemerintah merogoh kocek lebih dalam untuk menambal subsidi.

Baca Juga: Pertamina Jaga Stok BBM Tetap Stabil Gegara Harga Minyak Dunia Naik

“Kalau harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel dalam waktu lama, maka APBN akan menghadapi tekanan yang sangat berat. Karena seluruh skema subsidi BBM, LPG, dan listrik didesain dengan asumsi harga minyak yang jauh lebih rendah,” ujar Noviardi, Senin, 30 Maret 2026.

Potensi Subsidi Membengkak Dua Kali Lipat

Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan Rp 210,1 triliun untuk subsidi energi pada 2026. Namun, Noviardi memprediksi angka tersebut bisa membengkak hingga Rp 400 triliun jika tensi geopolitik tak kunjung mereda.

“Harga minyak di atas 100 dollar per barrel, ruang fiskal pemerintah akan semakin sempit. Uang negara yang seharusnya bisa digunakan untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, atau program produktif justru habis untuk menahan kenaikan harga energi,” katanya.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.