URBANCITY.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan kinerja ekspor batu bara nasional. Data tersebut bersumber dari dokumen kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hasilnya, volume ekspor batu bara Indonesia mencapai 390,93 juta ton sepanjang 2025.
Namun, perolehan itu mengalami penurunan tipis dari tahun 2024. Kala itu, volume pengiriman sempat menembus 405,76 juta ton. Kendati demikian, angka ekspor 2025 masih lebih tinggi ketimbang catatan 2023 sebesar 379,71 juta ton.
Secara umum, kawasan Asia Pasifik masih menjadi penyerap utama komoditas ini. Selain itu, negara Eropa seperti Spanyol kembali memesan pasokan dari Nusantara.
India dan Cina Masih Jadi Konsumen Terbesar
Hingga kini, India bertahan sebagai pasar ekspor batu bara terbesar bagi Indonesia. Bahkan, volume pengiriman ke negara tersebut mencapai 100,24 juta ton pada 2025. Akan tetapi, angka ini sedikit menurun dibanding pengiriman tahun sebelumnya sebesar 108,07 juta ton.
Baca Juga :Â Heboh Daratan Baru Anak Krakatau Muncul di Selat Sunda, Ahli Bantah Gunung Api Baru
Sementara itu, Cina menempati urutan kedua tujuan ekspor utama. Sepanjang tahun lalu, Beijing menyerap 81,79 juta ton batu bara asal Indonesia. Angka tersebut juga menyusut dari realisasi 2024 yang mencapai 93,16 juta ton.
Selanjutnya, Filipina dan Malaysia konsisten memesan batu bara dalam jumlah besar. Filipina tercatat mengimpor 37,71 juta ton batu bara pada 2025. Di sisi lain, Malaysia mendatangkan pasokan hingga 27,62 juta ton.
Kemudian, Korea Selatan dan Jepang turut menjadi pelanggan setia komoditas tambang ini. Korea Selatan menyerap 28,29 juta ton, sedangkan Jepang mengimpor 27,17 juta ton.
Menariknya, Spanyol kembali masuk dalam daftar pembeli setelah sempat absen. Sebelumnya, impor batu bara ke Negeri Matador nihil pada 2023 dan 2024. Namun, Spanyol kembali mendatangkan 78.000 ton batu bara Indonesia pada 2025.




