URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) kembali memperkuat subsektor kriya nasional melalui program bootcamp Akselerasi Ekspor Ekonomi Kreatif (ASIK) Kriya Batch 3.
Sebanyak 20 jenama kriya terpilih dari berbagai wilayah di Indonesia kini dipersiapkan untuk menjadi representasi budaya dan kreativitas bangsa di kancah internasional.
Program pelatihan intensif ini berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Mei 2026 di Tangerang Selatan.
Para peserta merupakan hasil kurasi ketat yang mencakup aspek inovasi, kualitas produk, hingga orisinalitas desain yang memiliki daya tarik bagi pembeli mancanegara.
Jembatan Menuju Pasar Ekspor
Baca Juga:Â Sirkularitas di Meja Kriya, Mandiri Menyulap Sampah Menjadi Emas
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menyatakan optimismenya terhadap talenta-talenta yang mengikuti program kali ini.
“Kami melihat potensi besar dari para peserta Batch 3 untuk menjadi representasi kriya Indonesia di pasar global,” ujar Yuke Sri Rahayu, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
Peserta berasal dari sebaran wilayah yang luas, mulai dari Binjai, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Bali dan Lombok Barat. Keberagaman asal daerah ini mencerminkan kekayaan teknik kriya nusantara yang siap bersaing secara global.
Ekosistem Bisnis yang Komprehensif
ASIK Kriya Batch 3 dirancang bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Program ini merupakan ekosistem pengembangan bisnis yang mencakup penguatan identitas jenama (branding), pengembangan produk sesuai selera pasar global, serta pendampingan langsung menuju ekspor.




