URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi meluncurkan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Animasi: Unreal Engine Training di Denpasar, Bali.
Langkah ini diambil untuk mempertajam kemampuan teknis para animator lokal dalam mengadopsi teknologi real-time production yang kini menjadi standar baru di industri film dan animasi dunia.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir menjadi syarat mutlak bagi talenta nasional agar mampu bersaing di kancah global.
Program ini dirancang untuk memangkas kesenjangan antara kemampuan SDM dengan kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Baca Juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky Gandeng TikTok GO Pacu Konten Digital Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
“Penguatan kapasitas talenta melalui pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting agar industri animasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Program ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan sumber daya manusia yang adaptif dan kompeten,” ujar Teuku Riefky Harsya dalam keterangannya, Senin, 4 Mei 2026.
Efisiensi Produksi lewat Teknologi Real-Time
Pelatihan yang digelar di studio Brown Bag Films Bali ini memfokuskan kurikulumnya pada pemanfaatan Unreal Engine.
Teknologi ini memungkinkan proses produksi animasi 3D menjadi jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Sebanyak 25 peserta terpilih akan menjalani inkubasi intensif selama hampir satu bulan penuh, mulai 4 hingga 29 Mei 2026.
Baca Juga: Menteri Ekraf Jajal KuloNiku di Yogyakarta, Dorong Industri Gim Jadi Kekuatan Ekonomi Baru




