URBANCITY.CO.ID – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara terus berpacu dengan waktu mengevakuasi para pendaki yang terjebak erupsi Gunung Dukono. Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 14 pendaki dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara pencarian terhadap korban hilang masih berlanjut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pendataan awal menunjukkan ada puluhan orang yang tengah berada di jalur pendakian saat gunung api tersebut memuntahkan material vulkanik.
“Berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono, terdiri dari sembilan warga negara asing (WNA) asal Singapura, tiga orang warga dari Ternate dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, 14 pendaki yang selamat terdiri atas tujuh warga negara Singapura (berinisial TYME, OSS, PL, LHEI, TJYG, LYXV, dan LSD) serta tujuh warga negara Indonesia (BB, Y, S, A, H, FN, dan RI).
Baca Juga :Â Indonesia Desak Penguatan Kerja Sama ASEAN demi Hadapi Dampak Konflik Global
Ancaman Lava Pijar dan Pencarian Udara
Meski belasan orang telah dievakuasi, tim masih mencari dua pendaki asal Singapura yang hilang.
“Di sisi lain, hingga Jumat siang masih terdapat dua orang pendaki WNA yang dinyatakan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, yakni HWQT (L) usia 30 tahun dan SMBAH (L) usia 27 tahun,” ujar Abdul.
Operasi SAR sempat mengalami kendala teknis dan keamanan. Pada pukul 14.10 WIB, petugas terpaksa menghentikan sementara pencarian akibat adanya ancaman lontaran lava pijar yang menjangkau radius 1,5 kilometer dari kawah. Tim sempat tertahan di Pos 5 untuk memantau situasi vulkanik.
Pencarian kembali dibuka pada pukul 15.25 WIB dengan membagi tim ke dalam dua sektor. Tim pertama menyisir jalur pendakian utama dan telah mencapai jarak 500 meter dari puncak dengan bantuan pesawat nirawak (drone) untuk memantau kondisi kawah secara real-time. Sementara itu, tim kedua menyisir wilayah aliran sungai di sekitar kawasan puncak.




