URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sektor waralaba sebagai langkah strategis menuju pasar global.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Wamendag Roro menekankan bahwa waralaba merupakan instrumen potensial untuk meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini masih berada di angka 3,29 persen. Untuk menjadi negara maju, Indonesia ditargetkan mencapai rasio minimal 10 hingga 12 persen.
Model Bisnis Inklusif dan Terstandardisasi
Menurut Wamendag, waralaba adalah model bisnis yang efektif karena sifatnya yang terstandardisasi dan mudah diprediksi, sehingga cocok bagi wirausaha baru dari berbagai kalangan.
Baca Juga:Â Wamendag Roro Esti Dorong Produk UMKM Surabaya Masuk Ritel Modern dan Pasar Internasional
Waralaba merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena bersifat terstandardisasi dan mudah diprediksi.
“Kementerian Perdagangan berkomitmen penuh dalam mendukung perkembangan kewirausahaan nasional,” ujar Wamendag Roro.
Performa Impresif dan Legalitas Usaha
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Sumpit, mencatatkan bahwa industri ini telah pulih cepat pascapandemi dengan pencapaian finansial yang luar biasa.
“Industri waralaba kita mencatatkan total omzet mencapai Rp143,25 triliun sepanjang tahun 2024 dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 98.000 orang. Angka tersebut membuktikan daya tahan sektor ini,” kata Levita.




