URBANCITY.CO.ID – Berawal dari keresahan melihat potensi alam Rokan Hilir yang melimpah namun minim nilai tambah, Nur Azmi bergerak melakukan perubahan.
Melalui komunitas “Umah Oleh-Oleh”, ia berhasil menyulap produk lokal yang dulunya hanya dipasarkan secara mentah menjadi produk unggulan yang naik kelas dan berdaya saing global.
Perjuangan ini bukan sekadar soal bisnis, melainkan upaya memutus rantai ekonomi di mana keuntungan besar selama ini justru dinikmati pihak luar yang mengemas ulang hasil bumi warga lokal.
Kolaborasi Strategis Bersama Pertamina Hulu Rokan
Langkah Nur Azmi mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Pemberdayaan UMKM, Pemuda, dan Perempuan.
Baca Juga: Proyek SPPG Bantaeng Mangkrak, Kontraktor Diduga Tunggak Utang Puluhan Juta ke UMKM
Sebanyak 80 kelompok UMKM di Rokan Hilir mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari manajemen produk, branding, hingga legalitas usaha.
“Umah Oleh-Oleh bukan hanya tempat menjual produk. Ini adalah rumah bersama bagi pelaku UMKM untuk tumbuh, belajar, dan percaya bahwa produk lokal juga mampu bersaing,” ujar Nur Azmi penuh semangat.
Tak hanya teori, PHR juga memfasilitasi pembangunan Gerai Umah Oleh-Oleh di Bagan Siapi-api sebagai pusat pemasaran terintegrasi.
Hasilnya nyata; omzet kelompok yang semula hanya Rp10 juta–Rp15 juta per bulan, kini melonjak drastis mencapai Rp25 juta hingga Rp40 juta setiap bulannya.
Baca Juga: Tembus Rantai Pasok Nasional, UMKM Pertamina Raih Transaksi Fantastis di Inabuyer 2026




