URBANCITY.CO.ID – Perkembangan sebuah kawasan pariwisata tidak melulu soal megahnya pembangunan fisik dan angka investasi.
Bagi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), esensi utama dari majunya destinasi wisata adalah ketika masyarakat lokal di sekitarnya bisa ikut tumbuh dan merasakan manfaat nyata secara berdampak.
Semangat kebersamaan inilah yang digaungkan ITDC pada momen Hari Raya Idul Adha 1447 H. Menggandeng para tenant, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan (stakeholder) kawasan, BUMN pengelola kawasan pariwisata ini menyalurkan total 29 hewan kurban ke desa-desa penyangga di sekitar kawasan The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menuturkan bahwa Hari Raya Kurban menjadi ruang refleksi penting untuk menjaga keharmonisan antara industri pariwisata dan lingkungan sosialnya.
Baca Juga: Investasi Mandalika Tembus Rp6 Triliun, ITDC Kebut Infrastruktur Wisata Dunia
“Melalui momentum ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama kawasan,” ujar Ahmad Fajar.
Bagi ITDC, pengembangan kawasan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan investasi, tetapi juga bagaimana kawasan dapat berkembang secara selaras dengan lingkungan sosial di sekitarnya.
Karena itu, keterlibatan tenant, mitra, pelaku usaha, dan stakeholder kawasan dalam kegiatan kurban ini menjadi wujud semangat gotong royong untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan Bersama.
Sinergi Gotong Royong di Mandalika




