URBANCITY.CO.ID – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua pendaki yang sempat hilang di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Petugas menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia di dasar tebing pada Selasa pertengahan hari.
Korban teridentifikasi sebagai Maliya Finda (51), warga Wonokromo, Surabaya, serta Irfan Nasrul Laili (35), seorang pemandu lokal asal Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian marathon yang melibatkan ratusan personel gabungan.
Lokasi Penemuan dan Medan Jalur Ekstrem
Koordinator Pos SAR Jember Jefriyanzah menjelaskan alur penemuan jasad kedua korban. Tim pencari mendapati posisi korban saat menyisir area yang tergolong rawan dan bertebing curam.
Baca Juga :Â Kinerja Solid BNI di Bawah Danantara: Investasi Cerdas & Gaya Hidup Finansial Urban
“Korban berada di dasar tebing dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan kedalaman kurang lebih 60 meter,” kata Koordinator Pos SAR Jember Jefriyanzah saat dihubungi di Bondowoso, Selasa.
Petugas menemukan tubuh kedua korban dalam posisi saling berdekatan, hanya berjarak sekitar 5 meter. Namun, medan ekstrem serta cuaca yang kurang bersahabat memaksa tim menunda proses pengangkatan jasad hingga Rabu pagi.
“Pagi ini tim sudah bergerak ke atas, ke titik jenazah korban. Selanjutnya kami menggunakan metode lifting ke atas ke pos punggung naga,” pasar anggota Basarnas ini.
Proses Evakuasi dan Keterlibatan Unsur Gabungan
Skema evakuasi memanfaatkan jalur darat dengan sistem estafet. Setelah menarik jasad menggunakan teknik lifting menuju area Punggung Naga, petugas menggeser korban ke Pos II sebelum membawanya ke fasilitas medis terdekat.
Operasi kemanusiaan ini menggerakkan kekuatan besar lintas instansi. Unsur yang terlibat antara lain Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Bondowoso, TNI-Polri, PMI, Satuan Brimob, APGI, Wanadri, relawan SAR, komunitas pecinta alam, hingga warga setempat.




