URBANCITY.co.id – Di tengah kemajuan fasilitas pendidikan perkotaan, potret ketimpangan dan dedikasi tinggi justru terlihat di Sekolah Alam Pangrango.
Berawal dari pemanfaatan teras rumah warga hingga menempati garasi pinjaman, Sekolah Alam Pangrango di Bogor konsisten menghadirkan akses pendidikan gratis guna menjangkau anak-anak di pelosok desa yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan geografis.
Sekolah ini pertama kali dirintis pada tahun 2012. Pada fase awal pembentukannya, mereka hanya memanfaatkan teras-teras rumah warga agar proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
Seiring berjalannya waktu, tepatnya pada tahun 2014, sekolah mulai menempati lokasi saat ini menggunakan fasilitas garasi milik salah satu warga bernama Bakri atas inisiatif bersama Gufron. Melalui dukungan para donatur dan yayasan yang terbentuk kemudian, fasilitas sekolah mulai dibangun secara bertahap, mulai dari ruang kantor hingga ruang kelas secara swadaya.
Penyelenggaraan pendidikan di sekolah ini tidak lepas dari berbagai tantangan kompleks hingga saat ini. Dengan total peserta didik berkisar 40 orang untuk jenjang SMP dan SMK, mayoritas siswa berasal dari keluarga petani, pekebun, dan peternak di wilayah sekitar. Kondisi tersebut menuntut pihak sekolah untuk menerapkan kebijakan waktu belajar yang fleksibel, dimulai pukul 07.30 pagi, agar para siswa dapat membantu orang tua mereka terlebih dahulu di ladang.




