URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian menggalang percepatan transformasi sektor manufaktur menuju industri hijau melalui optimalisasi efisiensi sumber daya dan penerapan ekonomi sirkular.
Masyarakat urban serta para investor profesional masa kini memandang prinsip keberlanjutan (sustainability) sebagai standar gaya hidup modern.
Sekaligus instrumen investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa inovasi teknologi dan dekarbonisasi menjadi kunci utama agar produk nasional mampu menembus pasar global yang semakin ketat.
Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional berjalan selaras dengan target penurunan emisi karbon dunia.
“Transformasi menuju industri hijau merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk yang berkelanjutan”.
Baca juga:Â Creative Business Incubator 2026: Strategi Kemenperin Pacu IKM
“Karena itu, penerapan ekonomi sirkular perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Agus.
Potensi Daur Ulang Kemasan Botol PET
Pemerintah mengoptimalkan pengelolaan limbah kemasan pascakonsumsi, khususnya botol Polyethylene Terephthalate (PET).
Botol jenis ini mencatatkan tingkat daur ulang impresif hingga mencapai 71 persen secara nasional.
Kalangan pelaku bisnis perkotaan melihat tingginya angka daur ulang tersebut sebagai peluang bisnis bernilai tinggi dalam rantai pasok industri ramah lingkungan.




