URBANCITY.CO.ID – Sejumlah warganet meluapkan keluhan terkait maraknya serangan nyamuk pada malam hari di media sosial. Fenomena ini memicu keheranan publik karena populasi nyamuk justru melonjak saat wilayah Indonesia memasuki musim kemarau.
Pakar serangga sekaligus peneliti Pusat Riset Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sih Kahono, menegaskan bahwa suhu panas bukan satu-satunya pemicu fenomena ini.
Penyebab Nyamuk Banyak saat Musim Kemarau dan Tempat Berbiaknya
Kahono menggarisbawahi bahwa keberadaan genangan air bersih di sekitar permukiman menjadi faktor utama maraknya serangga ini. Warga yang mulai menampung air untuk mengantisipasi kekeringan justru menciptakan tempat bertelur favorit bagi nyamuk.
“Musim kemarau, harusnya kering, tapi kok nyamuk malah makin banyak di rumah. Penyebab utamanya bukan hujan, tapi genangan air bersih yang menggenang di sekitar rumah dan di dalam rumah sebagai tempat berbiaknya jentik-jentik nyamuk,” ujar Kahono, Jumat, 7 Agustus 2026.
Baca Juga : Singapura Siagakan Tim Khusus Hadapi Ancaman Kabut Asap Lintas Batas dari Indonesia
Masyarakat kerap menampung air di dalam ember, bak, drum, hingga toren. Selain itu, selokan tersumbat, talang air, hingga vas bunga yang menampung air juga menjadi lokasi ideal bagi jentik nyamuk.
“Orang menampung air waktu kemarau di ember, bak, drum, toren menjadi tempat favorit nyamuk bertelur,” jelasnya.
Suhu Panas Mendorong Nyamuk Masuk ke Dalam Rumah
Suhu udara yang sangat menyengat di luar ruangan mengubah perilaku nyamuk dewasa. Serangga ini secara naluriah mencari area yang lebih sejuk, teduh, dan lembap untuk berlindung.
“Musim panas membuat kondisi di luar rumah menjadi sangat panas bagi nyamuk. Nyamuk dewasa cenderung lebih banyak berada di tempat-tempat yang lembap, seperti tanaman di sekitar rumah atau benda-benda gelap yang memiliki suhu lebih sejuk,” katanya.
Ruangan rumah yang lembap dan memiliki banyak gantungan pakaian menjadi lokasi favorit nyamuk untuk bersembunyi.
“Rumah jadi lebih nyaman karena sejuk dan lembap, apalagi ada gantungan baju, kolong tempat gelap. Tempat di mana orang tinggal,” ujar Kahono.
Kahono menekankan bahwa perkembangbiakan nyamuk sebenarnya lebih terkonsentrasi di lingkungan luar rumah. Nyamuk dewasa kemudian terbang masuk untuk mencari perlindungan dan mangsa.
“Intinya, nyamuk lebih terkonsentrasi perkembangannya di luar rumah. Menggigit yang ada di luar rumah dan juga berusaha masuk rumah,” katanya.




