URBANCITY.CO.ID – Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda dipastikan tidak akan terealisasi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, menepis isu tersebut secara terpisah pada Rabu, 8 Juli 2026.
Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap mempertahankan nama wilayahnya. Baginya, isu tersebut hanyalah narasi yang tidak berdasar.
“Kami tegaskan ada pihak yang melempar wacana di media sosial mengenai perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda. Saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain,” kata Dedi melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (8/7).
Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan membuang waktu mengurus isu tersebut. Sebaliknya, Pemprov Jabar tetap fokus pada agenda pembangunan. “Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja. Namanya tetap Jawa Barat,” imbuh politikus Gerindra itu.
Baca Juga : Prabowo dan PM Modi Dorong Perdamaian Timur Tengah
Senada dengan Dedi, Ono Surono menyatakan masyarakat belum mengajukan usulan resmi terkait perubahan nama tersebut. Ono, yang mewakili daerah pemilihan Pantura, menegaskan posisi dewan saat ini.
“Saya tegaskan kembali, belum ada usulan resmi, baik dari Gubernur Jawa Barat maupun DPRD Jawa Barat terkait hal ini,” ujar Ono, Rabu ini.
Aspek Kajian yang Kompleks
Ono menjelaskan bahwa perubahan nama provinsi memerlukan kajian yang mendalam. Para ahli harus mempertimbangkan banyak aspek krusial. Aspek tersebut meliputi hukum, sejarah, sosiologi, budaya, hingga dampak ekonomi.
Pertimbangan ini penting karena Jawa Barat memiliki keberagaman budaya. Selain masyarakat Sunda, terdapat pula masyarakat Betawi, Cirebon, serta Indramayu.




