URBANCITY.CO.ID – Antrean panjang BBM di Bali mulai memukul sektor pendidikan. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring.
Kepala Disdikpora Denpasar Anak Agung Gede Wiratama memastikan sekolah online berlaku selama dua hari. Kebijakan ini menyasar hari Kamis, 15 Oktober, hingga Jumat, 16 Oktober 2026.
“Iya besok Kamis dan Jumat (pembelajaran secara daring),” kata Wiratama saat dikonfirmasi, Rabu, 14 Oktober 2026.
Wiratama mengambil keputusan darurat ini demi merespons hambatan mobilitas warga. Antrean kendaraan di SPBU membuat para guru dan orang tua murid kehabisan bahan bakar. Kondisi ini menghalangi aktivitas mengantar siswa ke sekolah.
Baca Juga :Â Kementerian UMKM Genjot Pasar Digital dan Logistik Aceh, Buka Cuan Investasi Lokal
“Karena ini kan gurunya juga enggak ada dapat (BBM), orang tuanya juga enggak bisa ngantar anak. Itu sementara, kita lihat dulu, kalau memang sudah normal, iya kembali kita kembali normal lagi,” ujarnya.
Kebijakan pembelajaran jarak jauh ini menjangkau 626 sekolah negeri dan swasta. Rinciannya meliputi 292 PAUD/TK, 254 SD, serta 80 SMP. Pihak dinas terus memantau suplai BBM sebelum memulihkan sistem tatap muka.
Otoritas dinas membebaskan sekolah memilih metode belajar daring lewat aplikasi, seperti Zoom. Materi kurikulum pun tetap berjalan lancar. Wiratama optimistis para siswa cepat menyesuaikan diri berbekal pengalaman masa pandemi Covid-19.
“Saat pandemi covid, anak-anak kan sudah sudah terbiasa, gitu. Jadi enggak kaget lagilah,” kata dia.




