URBANCITY.CO.ID – Persaingan merek excavator asal China di pasar Indonesia semakin ketat pada 2026. SANY, XCMG, Zoomlion, LiuGong, Sunward, SDLG, Lovol hingga Shantui terus memperluas jaringan, menawarkan produk dengan harga kompetitif, serta membidik sektor pertambangan, konstruksi, perkebunan dan infrastruktur.
Namun, hingga pertengahan Agustus 2026, belum tersedia data publik yang secara resmi menunjukkan jumlah penjualan excavator per merek di Indonesia sepanjang 2026. Karena itu, posisi masing-masing merek lebih tepat dibaca melalui indikator seperti pengiriman unit, aktivitas distributor, jaringan layanan dan penetrasi produk.
SANY Masih Menjadi Salah Satu Pemain Terkuat
SANY menjadi salah satu merek China yang paling agresif membangun pasar excavator Indonesia. Perusahaan memanfaatkan permintaan dari sektor pertambangan dan konstruksi yang membutuhkan unit dengan produktivitas tinggi tetapi memiliki harga investasi lebih kompetitif dibandingkan sebagian merek Jepang dan Amerika.
Baca Juga:Â SANY Excavator China Paling Laris di Indonesia
Kekuatan SANY juga terlihat dari popularitas excavator kelas menengah hingga besar. Produk-produk tersebut menyasar pekerjaan konstruksi, pertambangan batu bara, nikel, perkebunan dan pembangunan infrastruktur.
Dengan jaringan penjualan dan layanan yang semakin luas, SANY berpeluang mempertahankan posisi sebagai salah satu pemimpin merek China di pasar excavator Indonesia.
XCMG Perkuat Posisi Lewat Jaringan dan Produk
XCMG juga menjadi pesaing utama SANY. XCMG Indonesia menyebut telah berada di pasar Indonesia selama lebih dari 20 tahun dan menyediakan berbagai kategori alat berat, termasuk excavator dan mesin pertambangan.




