URBANCITY.CO.ID – Makassar kian mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi manufaktur di kawasan timur Indonesia.
Langkah Kementerian Perindustrian memperkuat ekosistem vokasi membuka peluang karir bernilai tambah tinggi sekaligus menjamin pasokan tenaga kerja terampil bagi para pelaku usaha.
Penguatan fasilitas pendidikan terapan ini langsung mengakselerasi produktivitas sektor riil dan mendorong geliat ekonomi perkotaan secara berkelanjutan.
Dongkrak Nilai Investasi Manufaktur Lewat SDM Terampil
Baca Juga:Â Vokasi Kemenperin Tembus Global: Cetak Talenta AI Industri Unggulan
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya penguatan kompetensi, pengembangan softskill, serta keterhubungan (link and match) antara lembaga pendidikan vokasi dan dunia industri guna mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan berdaya saing.
Kepastian ketersediaan talenta industri berkualitas menjadi faktor krusial yang meyakinkan para penanam modal untuk menanamkan modal jangka panjang. Integrasi kurikulum praktis dan kebutuhan pasar menekan biaya pelatihan korporasi secara signifikan.
Sarmuji menyambangi Politeknik ATI, SMK-SMAK, serta Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim Makassar.
Kampus vokasi secara konsisten memadukan penguasaan teknologi mutakhir dan pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa.
Baca Juga:Â RI-Swiss Luncurkan Aplikasi IBC, Kebut Sinkronisasi Vokasi dengan Kebutuhan Industri
“Bangun softskill melalui lembaga kemahasiswaan karena hardskill sudah diberikan di perkuliahan,” pesan Sarmuji kepada para mahasiswa.
Perkuat Daya Serap Industri dan Ekosistem Profesional
Program kemitraan strategis Politeknik ATI Makassar bersama PT Masmindo Dwi Area membuktikan efektivitas penyerapan tenaga kerja lokal ke dalam industri pertambangan.
Skema sertifikasi dan pelatihan terarah memastikan para lulusan langsung mengantongi standar kompetensi profesional global.
Baca Juga:Â Kemenperin Fokus Garap Kompetensi Pekerja, Incar 100 Persen Serapan Lulusan Vokasi Industri
SMK-SMAK Makassar turut mencetak analis kimia andal melalui penguatan jam terbang laboratorium riil berstandar internasional.
Keberhasilan penyerapan lulusan ini memperluas kelas menengah perkotaan baru dengan daya beli yang kokoh.
Akses karir profesional di sektor hilirisasi membuka peluang mobilitas sosial sekaligus menciptakan gaya hidup urban yang mapan bagi generasi muda di Sulawesi Selatan.
Genjot Standar Kualitas Produk dan Daya Saing Global
Baca Juga:Â Menperin Agus Gumiwang: Pendidikan Vokasi Fondasi Utama Cetak SDM Industri Kompeten
Kementerian Perindustrian mengoptimalkan layanan balai standardisasi guna mengawal mutu komoditas perkebunan, mineral logam, dan sektor maritim.
Pengujian laboratorium presisi dan kalibrasi teknologi memuluskan langkah produk domestik menembus pasar ekspor premium.
Sinergi antara standardisasi mutu industri dan keandalan SDM vokasi menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem manufaktur nasional yang mandiri.




