URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup masyarakat urban kini semakin lekat dengan konsumsi produk organik, kopi premium, cokelat artisanal, hingga produk perawatan tubuh berbahan nabati.
Tren konsumsi hijau ini membuka ceruk investasi menggiurkan bagi produk perkebunan lokal untuk naik kelas dan merebut loyalitas konsumen perkotaan.
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menangkap potensi ekonomi tersebut dengan mengakselerasi digitalisasi pelaku usaha melalui Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode III bertema ‘Dari Kebun ke Keranjang: Membangun Brand dan Menembus Pasar Digital’.
Peluang Investasi Hijau Menyasar Konsumen Modern
Baca Juga: Kementan Lepas Enam Varietas Unggul Baru demi Kerek Produktivitas Perkebunan Petani
Masyarakat perkotaan rela merogoh kocek lebih dalam demi produk perkebunan yang menawarkan narasi keberlanjutan, estetika kemasan, serta mutu terjaga.
Transformasi dari komoditas mentah menjadi barang konsumsi bernilai tambah tinggi menjadi kunci utama mendongkrak margin keuntungan bisnis di ekosistem e-commerce.
BPDP memfasilitasi transformasi komersial ini lewat penyediaan inkubasi komprehensif, kurasi kualitas, hingga akses etalase promosi fisik di pusat ibu kota.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah mengatakan, pihaknya terus mengambil peran aktif untuk mendukung peningkatan kualitas produk UMKM perkebunan melalui pengembangan kapasitas dan penyediaan ruang promosi.
Baca Juga: Toleransi di Perkebunan PTPN: Kisah Akiong dan Tony Lie Merajut Harmoni di Tengah Pohon Sawit
“BPDP akan terus mendukung agar produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar. Kami memiliki ruang dan fasilitas, salah satunya Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia, yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk mempromosikan produk UMKM berbasis komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao, sekaligus menjadi tempat untuk belajar dan mempraktikkan pengembangan produk,” kata Helmi, Jakarta, Minggu (18/10).
Eksplorasi Inovasi Generasi Muda di Roemah UMKM
Keterlibatan talenta muda mempercepat pergeseran citra komoditas kebun konvensional menjadi produk gaya hidup kontemporer yang relevan dengan selera pasar anak muda.
BPDP secara konsisten membimbing mahasiswa dan perintis usaha muda mengeksplorasi turunan kelapa sawit, kakao, dan kelapa menjadi produk bernilai jual premium di Roemah UMKM SMESCO.
Baca Juga: Aset BUMN Perkebunan Sawit Kian Solid, ROA PalmCo Melonjak ke 7,9 Persen
Langkah strategis ini mencetak wirausahawan baru yang mahir memadukan inovasi produk dengan strategi pemasaran digital mutakhir.
“Kami berharap lahir lebih banyak Shadli dan Alma baru yang mampu berinovasi, menciptakan produk bernilai tambah, dan memperluas pasar produk perkebunan Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi Kampus Cetak Entrepreneur Masa Depan
Langkah ekspansi bisnis perkebunan terus berlanjut melalui gelaran The Plantationpreneurs Festival 2026. Ajang kolaborasi antara BPDP dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) ini mempertajam rencana bisnis peserta agar langsung memikat investor dan konsumen retail perkotaan.
Baca Juga: Bank DKI Resmikan Kebun Hidroponik RPTRA Cibubur
Sinergi akademis dan pembiayaan terarah ini memperkokoh posisi komoditas perkebunan nusantara sebagai instrumen bisnis masa depan yang tangguh, modern, dan sangat menguntungkan.




