URBANCITY.CO.ID – Majalah gaya hidup internasional Time Out merilis daftar 20 kota dengan sistem transportasi terbaik di dunia. Survei global ini melibatkan 24.000 warga perkotaan untuk menilai mutu layanan transportasi publik setempat. Responden memberikan penilaian menggunakan skala satu hingga lima, dari kategori sangat buruk sampai sangat baik.
Pasalnya, lembaga riset tersebut hanya memilih satu kota dengan skor tertinggi dari masing-masing negara. Hasilnya, Jakarta berhasil menembus jajaran 20 besar dunia dengan menempati peringkat ke-15.
Daftar 20 Kota dengan Transportasi Terbaik Dunia
Berdasarkan hasil survei Time Out, berikut peringkat kota dengan persentase kepuasan penduduk tertinggi:
-
Taipei, Taiwan: 95 persen
-
Singapura: 93,5 persen
-
Hong Kong: 92,8 persen
-
Edinburgh, Inggris: 92,4 persen
-
Seoul, Korea Selatan: 91,1 persen
-
Zurich, Swiss: 90,7 persen
-
Wina, Austria: 90,3 persen
-
Tallinn, Estonia: 85,3 persen
-
Helsinki, Finlandia: 83,6 persen
-
MedellÃn, Kolombia: 83 persen
-
Shanghai, China: 82,7 persen
-
Warsawa, Polandia: 81,9 persen
-
Osaka, Jepang: 81,6 persen
-
Stockholm, Swedia: 80,3 persen
-
Jakarta, Indonesia: 79,2 persen
-
Riyadh, Arab Saudi: 78,2 persen
-
Hamburg, Jerman: 77 persen
-
Amsterdam, Belanda: 76,9 persen
-
Vancouver, Kanada: 76,7 persen
-
Oslo, Norwegia: 75,9 persen
Integrasi Tiket dan Ketepatan Waktu Jadi Kunci
Sebagai contoh, kota-kota teratas memiliki keunggulan sistemik dalam mengelola mobilitas harian warganya. MRT Taipei mengangkut lebih dari 767 juta penumpang atau sekitar 2,1 juta orang per hari sepanjang 2025. Selain itu, Land Transport Authority mencatat tingkat ketepatan waktu kereta Singapura mencapai 99,4 persen. Bahkan, Singapura baru saja mengoperasikan tiga stasiun baru untuk menyambungkan rute lingkar Circle Line pada Juli 2026.
Di sisi lain, Seoul menghadirkan inovasi tiket terusan bernama Climate Card sejak awal 2024. Kartu bulanan seharga 62.000 won ini memberi akses tanpa batas ke bus, kereta, dan sepeda umum. Selanjutnya, otoritas Seoul memperluas integrasi fasilitas tersebut ke dalam Climate Pass pada September 2026.




