URBANCITY.CO.ID – Peringatan Bulan Inklusi Keuangan di DKI Jakarta berlangsung semarak lewat gelaran Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square. Perhelatan perdana regional ini menggandeng Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan DKI Jakarta.
Agenda ini turut meresmikan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, khususnya Digitalisasi Pasar Inklusif. Langkah tersebut bertujuan membuka akses keuangan warga Jakarta secara merata sekaligus memperkuat perlindungan konsumen.
Diskusi bertajuk Sehat Finansial, Sehat Badan, Sehat Jakarta menghadirkan None Jakarta 2026 Dokter Citra Poerwa sebagai narasumber utama. Hadir pula jajaran pimpinan Bank Jakarta yakni Yuniar T. Manik dan Dedi Akhmadi.
Definisi Sehat Holistik dan Aktivitas Fisik Ringan
Dalam paparannya, Citra menjelaskan makna sehat yang mencakup dimensi fisik, mental, dan sosial secara utuh.
Baca Juga : Bank Jakarta Raih Penghargaan PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 di Jakarta Financial Festival 2026
“Berdasarkan definisinya sendiri, sehat itu ada tiga aspek. Sehat fisik, sehat mental, dan juga sehat sosial. Jadi bukan semata-mata tubuhnya saja, tapi pikiran kita nih, mentalnya bagaimana dalam menghadapi sehari-hari dan juga sosial, interaksi dengan lingkungan sekitarnya,” kata Citra dalam sesi diskusi, Sabtu (24/10).
Ia menegaskan upaya merawat kebugaran sejak usia muda merupakan modal investasi jangka panjang. Selain itu, masyarakat perkotaan dapat menyiasati keterbatasan waktu kerja dengan terus bergerak aktif.
“Kalau fisik, aktivitas fisik tentunya harus dijaga. Kalau misalkan kita sekarang terlalu sibuk nih kerja, meeting sana sini, waktunya banyak habis di jalan, itu kan sebetulnya kita harus bisa yang namanya curi-curi waktu. Misalkan kita enggak sempat nih untuk ke tempat olahraga, untuk nge-gym, kita siasatin setiap habis makan itu kita jalan kaki lah. Jalan kaki lah 10 sampai 15 menit. Yang adem-adem aja di dalam kantor juga boleh, yang penting kita bergerak,” tutur Citra.
Pola konsumsi seimbang serta pengelolaan pikiran yang sadar turut menjaga stabilitas ritme hidup harian.
Keterkaitan Beban Finansial dan Tekanan Mental
Lebih lanjut, Citra menyoroti beban keuangan yang berisiko merusak kestabilan mental seseorang. Tekanan finansial yang berkepanjangan bahkan mampu memicu komplikasi gangguan fisik secara nyata.
“Ada jurnalnya yang betul membahas kalau stres finansial itu berpengaruh terhadap kesehatan mental dan juga fisik. Jadi kita harus bisa gimana caranya manage agar kita bisa lebih gimana caranya menghadapi permasalahan itu satu per satu lah. Nanti kalau misalkan dirasa sudah butuh bantuan profesional, jangan segan-segan untuk minta bantuan profesional,” kata Citra.
Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat tidak ragu berkonsultasi kepada tenaga ahli.




