URBANCITY.CO.ID – Penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, membuka babak baru bagi prospek investasi sektor kreatif nasional.
Enam wakil menteri perempuan Kabinet Merah Putih menyatukan arah kebijakan lintas sektor guna menciptakan ekosistem bisnis kreatif yang ramah modal, adaptif, dan selaras dengan denyut gaya hidup masyarakat perkotaan.
Integrasi ini mengubah produk kreatif lokal dari sekadar karya seni menjadi instrumen ekonomi bernilai tambah tinggi yang menarik minat investor global.
Panel strategis tersebut mempertemukan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Baca Juga: Investasi Talenta Suara WCCE 2026 Buka Peluang Pasar Ekraf Global
Keenam figur kepemimpinan perempuan ini merancang peta jalan integrasi yang menghubungkan kesiapan infrastruktur fisik, penguatan riset akademis, agregasi koperasi, hingga penetrasi ekspor demi mempercepat perputaran kapital para pelaku usaha kreatif.
Kreativitas Perkuat Return Investasi dan Ekosistem Urban
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menegaskan bahwa kreativitas berfungsi sebagai mesin penggerak utama efisiensi portofolio lintas industri.
Sinergi antarkementerian memastikan setiap aliran modal ke infrastruktur maupun teknologi menghasilkan output komersial yang berkelanjutan dan memperkaya gaya hidup perkotaan kontemporer.
Baca Juga: Investasi IP Komik Lokal: Peluang Cuan Baru Gaya Hidup Urban di WCCE 2026
“Infrastruktur menghubungkan kita, pengetahuan mempersiapkan kita, inklusi memberi ruang bagi setiap suara, koperasi memperkuat kita, dan perdagangan membawa cerita kita ke dunia. Kreativitaslah yang menyatukan semuanya,” ujar Irene.
Irene turut memproyeksikan perumusan Jakarta Vision sebagai pedoman investasi strategis yang membawa komoditas kreatif Nusantara masuk ke dalam rantai pasok konsumsi global secara berkesinambungan.
“Jakarta Vision bukan hanya untuk Jakarta atau Indonesia, tetapi untuk masyarakat global. Melalui WCCE, kita ingin mengubah suara para perajin, penenun, dan kreator digital menjadi komitmen bersama bagi pembangunan berkelanjutan,” imbuh Irene.
Pemberdayaan Perempuan Dorong Efisiensi Rantai Pasok Modern
Baca Juga: WCCE 2026: Diplomasi Kuliner Nusantara Buka Peluang Investasi Ekraf
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan membedah peluang pasar dari kepemimpinan perempuan yang mendominasi industri kriya, mode, dan gaya hidup urban.
Veronica mendorong percepatan transfer teknologi serta instrumen pembiayaan terjangkau agar pelaku usaha perempuan mampu menguasai posisi strategis dalam pengambilan keputusan bisnis.
“Kita harus memastikan perempuan memiliki akses terhadap keterampilan, teknologi, pembiayaan, dan pasar, bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga untuk memimpin, berkarya, dan memperoleh manfaat. Inklusi bukan sekadar mengundang perempuan ke dalam ruangan, melainkan memberikan mereka kekuatan untuk membentuk masa depan,” ujar Veronica.
Komersialisasi Riset Kampus Perluas Skala Pasar Global
Baca Juga: WCCE 2026 Jakarta: Buka Peluang Investasi dan Tren Gaya Hidup Kreatif Global
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengarahkan perguruan tinggi untuk memvalidasi nilai komersial dari setiap inovasi berbasis budaya lokal.
Stella mencontohkan riset serta pendampingan tenun di Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur, yang berhasil mengubah produk warisan tradisi menjadi barang konsumsi bernilai ekonomi tinggi bagi pasar modern.
Konferensi WCCE 2026 bertema Inclusively Creative: Collective Continuity yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 ini membuktikan bahwa integrasi kebijakan mempercepat pematangan ekosistem ekonomi kreatif.
Keterhubungan regulasi, kesiapan talenta, dan perluasan pasar internasional menghadirkan kepastian bisnis yang solid bagi kalangan pelaku usaha maupun pemilik modal urban.




