URBANCITY.CO.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan skema komprehensif pengelolaan limbah baterai bekas kendaraan listrik.
Langkah preventif ini merespons lonjakan populasi moda transportasi ramah lingkungan di Ibu Kota. Dinas Lingkungan Hidup DKI menggandeng Lembaga Sains Terapan Universitas Indonesia untuk riset tersebut.
Kajian ilmiah ini menjadi fondasi penyusunan regulasi perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Otoritas ibu kota ingin memastikan seluruh proses daur ulang berjalan tanpa mencemari ekosistem kota.
Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi menegaskan komitmen kuat dalam memitigasi bahaya limbah beracun. Pemerintah bertekad menutup celah pencemaran tanah dan air tanah akibat pembuangan baterai sembarangan.
Baca Juga :Â Inovasi Bio Farma di DTIIF 2026: Akselerasi Investasi Farmasi Urban
Kajian Ilmiah Bareng UI Antisipasi Lonjakan Limbah
“Melalui kajian yang dilakukan bersama Lembaga Sains Terapan Universitas Indonesia, Pemprov DKI berupaya memperkuat perencanaan pengelolaan limbah baterai agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Dudi dalam keterangan, Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Dedy Setiono membeberkan data populasi. Jakarta saat ini menguasai sekitar 68 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional. Jumlah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Jakarta telah menembus 55.240 unit.
Pertumbuhan pesat ini tentu membawa konsekuensi logis terhadap volume sampah baterai di masa depan.
“Semakin banyak kendaraan listrik yang digunakan, semakin besar pula potensi baterai bekas yang harus dikelola,” kata Dedy.
Baca Juga :Â Penyaluran KUR 2026: Akselerasi Investasi UMKM Sektor Produksi
Oleh karena itu, pemerintah daerah segera merumuskan formula mitigasi pencemaran sedini mungkin. Strategi ini sekaligus mengantisipasi ledakan limbah berbahaya saat masa pakai baterai mulai habis. Pasalnya, penanganan limbah B3 memerlukan standar operasional yang sangat ketat dan presisi.
Bahkan, baterai bekas menyimpan material berharga yang bernilai ekonomi tinggi bagi industri daur ulang. Kajian ini nantinya melahirkan peta jalan terstruktur bagi para pelaku usaha otomotif.




