URBANCITY.CO.ID – Industri kreatif perkotaan kini menempatkan desain grafis bukan sekadar pelengkap visual, melainkan aset investasi strategis yang mendongkrak valuasi bisnis modern.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menggarisbawahi urgensi peran Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) dalam memperkuat ekosistem komersial tersebut saat menghadiri pembukaan ADGI Design Week 2026 di kawasan pusat finansial SCBD, Jakarta, Rabu (14/10).
Ekosistem desain yang inklusif memberikan imbal hasil nyata bagi para kreator visual di berbagai penjuru nusantara. Menteri Ekraf menilai ADGI berhasil memperluas skala manfaat ekonomi ke ranah akar rumput profesional.
“ADGI saya lihat menjadi salah satu asosiasi yang dibangun dan output-nya tidak hanya kepada para pimpinan atau pengurusnya saja, tapi manfaatnya bisa dirasakan oleh anggotanya, dan tidak hanya di kota-kota besar,” ujar Menteri Ekraf.
Baca Juga: Modulo & ZBOM Hadirkan Destinasi Desain Furnitur Premium Baru di Gading Serpong
Karakter Budaya Lokal Perkuat Nilai Jual Desainer di Pasar Dunia
Karakteristik budaya lokal menjadi instrumen pembeda utama yang meningkatkan daya saing portofolio desainer Indonesia di kancah global.
Keunikan visual berbasis identitas nusantara melipatgandakan nilai jual karya di tengah pasar industri kreatif internasional yang kian kompetitif.
“Desainer grafis Indonesia ini mempunyai potensi yang luar biasa apalagi dengan kekayaan budaya kita di berbagai daerah, itu punya karakteristik yang berbeda-beda. Mereka tidak hanya menjadi tuan rumah di daerahnya, tuan rumah di negerinya, tetapi juga bisa difasilitasi hasil karyanya untuk mendunia,” jelasnya.
Baca Juga: Paviliun Wonderful Indonesia Sabet Penghargaan Desain Stan Terbaik di SITF 2026 Seoul
Kolaborasi Multi-Aktor Buka Akses Peluang Pasar Kreatif Skala Luas
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengakselerasi ekosistem urban bernilai tambah tinggi. Integrasi antarpemangku kepentingan memperlebar ruang penetrasi pasar bagi talenta lokal.
“Kegiatan ini menjadi ruangan untuk merayakan karya serta mempertemukan desainer, seniman, komunitas, akademisi, dan para pelaku industri kreatif dalam membangun ekosistem desain yang kuat dan berdaya saing,” jelasnya.
Eksibisi bergengsi yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Ashta District 8 SCBD ini menyuguhkan ruang apresiasi, rangkaian penghargaan, dan forum diskusi bisnis untuk memposisikan Jakarta sebagai episentrum desain regional.
Baca Juga: Bingung Cari Buyer Luar Negeri? Kemendag Siapkan Pendampingan Ekspor dan Desain bagi UMKM
Tema OFF GRID Dobrak Batas Kreatif Menuju Gerbang Ekonomi Baru
Mengusung tema “OFF GRID”, ADGI Design Week tahun ini mendorong para profesional keluar dari pakem kerja konvensional guna menciptakan terobosan gaya hidup serta model bisnis baru.
Pendekatan eksperimental ini membuka ceruk kolaborasi komersial lintas disiplin yang lebih menguntungkan.
“Kita mau membawa pesan bahwa desain grafis itu bisa jadi gateway ekonomi kreatif. Jadi kita membuka gerbang multi disiplin di dunia desain. Dan harapannya dengan kita memperlihatkan potensi yang dimiliki di Indonesia kita bisa bersaing lebih percaya diri di level internasional,” jelas Ketua Umum ADGI, Ritchie Ned Hansel.
Baca Juga: Dongkrak Nilai Jual Produk Lokal, Kemenperin Fasilitasi Desain Kemasan bagi Ribuan IKM
Pameran strategis ini turut dihadiri Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, bersama jajaran Kemenekraf meliputi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Direktur Arsitektur dan Desain, Sabar Norma Megawati; Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis Ekonomi Kreatif, Gemintang Kejora Mallarangeng; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Media, Rocklin Aprilius Anderson.




