Baca Juga: Kemacetan Parah di Tanjung Priok, Pelindo Minta Maaf
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memprediksi ekspor bakal tumbuh 7 persen berkat tuah perjanjian dagang bebas (FTA).
“FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” kata Benny.
Meski bayang-bayang pelemahan nilai tukar masih menghantui, Lukman Hakim, akademisi dari Universitas Sebelas Maret, menilai hal itu bak pisau bermata dua. Di satu sisi membebani impor, namun di sisi lain membuat produk manufaktur lokal lebih menggiurkan di pasar global.
Tantangannya kini tinggal satu, mampukah pelabuhan kita menyandari kapal-kapal raksasa agar biaya logistik tak lagi tercekik transit di negeri tetangga? (*)






